Gorontalo Hadapi PMK

Dokter Hewan Gorontalo Peringatkan Peternak Sapi tentang Gejala PMK

Menurut dia, PMK adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan sangat cepat  menular di kalangan hewan ternak.

KOMPAS.com/ROSYID A AZHAR
Seorang petani menuntun sapi kurus di tepi Sungai Paguyaman. Ribuan petani miskin Gorontalo akan mendapat gelontoran 800 ribu ekor ayam bantuan Kementerian Pertanian. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Data Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo menyatakan penyakit mulut dan kuku (PMK) belum mewabah di Gorontalo. Namun Kristina Dwi Wulandari, dokter hewan di balai tersebut secara dini mengingatkan peternak tentang gejala penyakit yang hanya menyerang hewan ini.

Menurut dia, PMK adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan sangat cepat  menular di kalangan hewan ternak.

Gejala yang paling tampak adalah kurangnya nafsu makan pada hewan ternak serta terdapat luka pada bagian mulut dan hidung  serta kaki hewan ternak.

Baca juga: Breaking News: Waspada PMK, Pengiriman Sapi ke Luar Gorontalo Diperketat

Ia mengenaskan, bahwa PMK tidak menular ke manusia. Namun, penyebaran virus PMK itu sendiri tergolong cepat dan dapat melalui kontak langsung antar hewan serta bisa melalui udara.

“Tingkat hidup virus tersebut bermacam - macam diantaranya  apabila terkontaminasi di pakan, virus dapat hidup selama 30 hari, jika di tanah yang basah atau lembab bisa mencapai dua bulan, itu yang menyebabkan tingkat infeksinya virus pada hewan ternak tinggi,” tambah Kristina.

Karena itu, pencegahan penularan wabah itu secara masal, Balai Karantina Pertanian Kelas II Gorontalo melakukan karantina hewan selama 14 hari. 

Pada 14 hari itu, hewan ternak mendapat perawatan intens yang meliputi pemeriksaan, perawatan, dan penyuntikan antibodi serta desinfeksi.

“Kenapa 14 hari? karena pada Ilmiahnya virus itu akan memperlihatkan gejala klinis pada hari ke 14, dan dalam kurung waktu 14 hari itu pun kita terus  memantau timbul atau tidak gejala pada hewan yang di karantina,” tegas Kristina.

Baca juga: Sapi Gorontalo Akan Dikarantina 14 Hari Sebelum dikirim ke Luar Daerah

Ia pun menghimbau untuk masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan wabah PMK tersebut, hanya saja tetap menjaga kesehatan dan kebersihan hewan ternak terlebih asupan makanan hewan.

Kata dia, apabila ada masyarakat yang memiliki hewan ternak terutama sapi dan mengalami gejala seperti yang disebutkan, ia meminta untuk melapor ke dinas pertanian. Agar ternak tersebut bisa segera ditangani. 

Penyakit mulut dan kuku adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan sangat menular. Gejala yang paling tampak adalah demam, blister di mulut dan kaki hewan ternak, dan air liur kental. Hewan ternak yang bisa terkena wabah PMK antara lain sapi, kerbau, unta, kambing, domba, rusa, dan babi.

PMK umumnya tidak mematikan bagi hewan ternak yang sudah dewasa. Namun, bagi hewan yang masih muda, PMK bisa menjadi sangat serius dan menimbulkan kerugian produksi yang sangat tinggi. 

Penyebab wabah PMK PMK disebabkan oleh Aphthovirus dari famili Picornaviridae. Terdapat tujuh serotipe virus yang sudah terdeteksi, yaitu A, O, C, SAT1, SAT2, SAT3, dan Asia1.

Semua serotipe tersebut menjadi endemi di negara yang berbeda-beda di seluruh dunia. Setiap negara membutuhkan vaksin yang berbeda untuk hewan ternaknya spesifik sesuai dengan serotipe yang ada di negara tersebut.

Menurut World Organisation for Animal Health, wabah PMK diperkirakan menyebar pada sekitar 77 persen populasi hewan ternak di Afrika, Timur Tengah, Asia, dan sebagian Amerika Selatan. Virus ini dengan mudah menular melalui napas, air liur, mukus, susu, dan feses. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved