Konflik Rusia Vs Ukraina

Swedia dan Finlandia Ikut Latihan Militer dengan NATO

Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO menggelar salah satu latihan terbesar yang pernah ada di Baltik.

Editor: lodie tombeg
Tribunnews/AFP/Jonathan NACKSTRAND
Seorang prajurit Resimen Gotland P18 Angkatan Darat Swedia berdiri di samping kendaraan lapis baja yang ditutupi dengan cabang-cabang sebagai kamuflase selama latihan lapangan dekat Visby di pulau Gotland Swedia pada 17 Mei 2022. 

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia mengawasi ekspansi dengan cermat, menambahkan bahwa dia yakin itu tidak akan memperkuat keamanan Eropa.

"Ini adalah masalah serius, masalah yang menimbulkan kekhawatiran kami, dan kami akan mengikuti dengan sangat hati-hati," katanya.

Di seluruh Eropa, latihan NATO lainnya diadakan di Polandia, Makedonia Utara, dan Lituania.

Pertaruhkan Masa Depan Rusia

Perang antara Rusia dan Ukraina masih terus terjadi sampai saat ini, usai Kremlin memulai invasinya sejak 24 Februari 2022 lalu. Akibat invasi ke Ukraina, Rusia kian terkucil di panggung internasional.
Sanksi ekonomi bagi Rusia terus dipertajam oleh Amerika Serikat, Uni Eropa dan sekutu lainnya.

Doktor ilmu sejarah sekaligus pemerhati Rusia-Eropa Timur dari Universitas Indonesia (UI), Ahmad Fahrurodji menyebut serangan Rusia sarat motif geopolitik. Pasalnya perlu ada alasan sangat kuat bagi pemimpin Rusia untuk mengambil keputusan yang mempertaruhkan masa depan Rusia.

"Pasti ada alasan yang sangat kuat bagi pemimpin Rusia itu dalam mengambil keputusan yang mempertaruhkan masa depan Rusia akan kemungkinan Rusia terancam dikucilkan dalam masyarakat internasional dan sanksi ekonomi yang lebih keras," kata Ahmad dalam keterangannya, Selasa (17/5/2022).

Menurut Ahmad, alasan demiliterisasi yang disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin lebih memiliki motif geopolitik berkaitan dengan perluasan NATO ke Timur. Sebab sejak awal Rusia menilai eksistensi NATO tak lagi relevan, seiring berakhirnya Perang Dingin.

Perluasan NATO sendiri, bagi Rusia, merupakan instrumen politik luar negeri AS untuk semakin menanamkan hegemoni mereka di kawasan.
Putin menyoroti pengabaian norma internasional oleh Barat dalam penyelesaian berbagai permasalahan dunia.

Contoh pelanggaran hukum internasional antara lain pengeboman Beograd, Libya, Irak, dan terakhir terhadap Suriah, yang dilakukan koalisi Barat. Seluruh tindakan itu tak pernah disetujui baik dari pemerintah Suriah maupun Dewan Keamanan PBB.

Putin menyebut aksi koalisi dan penghancuran di Suriah justru melahirkan arus pengungsi besar-besaran ke Eropa dan munculnya sarang-sarang baru terorisme internasional.

"Sinyalemen Putin tersebut seakan merupakan bentuk protes dan habisnya kesabaran Rusia terhadap berbagai permasalahan dunia yang selama ini diselesaikan secara sepihak oleh AS dan sekutu mereka tanpa mempertimbangkan pandangan pihak lain," ungkap Ahmad. (*)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul NATO Memulai Latihan Militer 'Hedgehog' di Baltik, Libatkan 10 Negara, Termasuk Swedia dan Finlandia

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved