Kisah Shireen Abu Akleh Jurnalis yang Tewas di Tangan Pasukan Israel
Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh telah tewas dibunuh pasukan Israel di Jenin, di Tepi Barat yang diduduki pada Rabu (11/5/2022).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/130522-Shireen-Abu-Akleh.jpg)
Pada April 2018, dua jurnalis Palestina ditembak dan dibunuh oleh pasukan Israel dalam satu minggu.
Ahmad Abu Hussein ditembak oleh pasukan Israel saat meliput demonstrasi massal di sepanjang perbatasan Gaza.
Pria berusia 24 tahun, yang tertembak di perut selama protes di dekat Jebaliya pada 13 April, meninggal karena luka-lukanya.
Menurut saksi mata, Hussein, seorang fotografer untuk stasiun radio Voice of the People yang berbasis di Gaza, juga mengenakan rompi pelindung bertanda “PRESS” pada saat dia ditembak.
Beberapa hari sebelumnya, Yaser Murtaja, seorang fotografer dari agensi Ain Media yang berbasis di Gaza, meninggal pada 7 April akibat luka tembak yang ditimbulkan oleh pasukan Israel pada hari sebelumnya.
Murtaja (30) dipukul di bagian perut meski juga mengenakan jaket antipeluru berwarna biru bertuliskan "PRESS" saat meliput aksi protes di Khuza'a di selatan Jalur Gaza.
Tahun 2014
Israel melancarkan serangan paling mematikan di Gaza dari 8 Juli hingga 26 Agustus 2014.
Serangan itu menewaskan sedikitnya 2.100 orang dan melukai lebih dari 11.000 lainnya di Gaza.
Tahun itu juga merupakan tahun paling mematikan bagi jurnalis di Palestina.
Setidaknya 17 wartawan tewas pada tahun 2014, menurut Kementerian Informasi Palestina.
Mereka yang tewas di antaranya:
- Abdullah Fadel Murtaja;
- Ali Shehta Abu Afash;
- Hamada Khaled Muqat;