Joe Biden Janjikan Bantuan 150 Juta Dolar AS untuk ASEAN

Selanjutnya terkait bantuan sebesar 150 juta dolar AS yang dijanjikan Biden tersebut dibagi untuk beberapa kepentingan.

Editor: Lodie Tombeg
Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi dapat kehormatan balas toast Presiden Joe Biden dalam jamuan santap malam, Rabu (12/5/2022) malam (WIB). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Selanjutnya terkait bantuan sebesar 150 juta dolar AS yang dijanjikan Biden tersebut dibagi untuk beberapa kepentingan.

Dari 150 juta dolar AS tetrsebut, Gedung Putih akan menganggarkan 60 juta dolar AS untuk kepentingan maritim termasuk penyebaran kapal penjaga di laut serta personel untuk menghadapi kejahatan di lautan.

Pihak AS mengatakan bantuan tersebut akan digunakan pula untuk melawan apa yang disebut AS sebagai illegal fishing yang dilakukan oleh China.

Selain itu, Gedung Putih menyebut bantuan lain senilai 40 juta dolar AS untuk penyediaan energi hijau dan sekitar 6 juta dolar AS untuk mengakselerasi pengembangan digital di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai perbandingan, Gedung Putih pada awal minggu ini mengumumkan bantuan sebesar 40 miliar dolar AS untuk kebutuhan militer dan kemanusiaan bagi Ukraina yang sedang berperang melawan Rusia.

Apa yang ASEAN Khawatirkan dari China?

China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan adalah bagian dari negaranya.

Ketika AS telah melangkah untuk bekerjasama dengan negara lain di Indo-Pasifik terkait permasalah keamanan untuk melawan China, anggota ASEAN telah begitu frustrasi dengan penundaan oleh AS soal penjelasan rencana pertumbuhan ekonomi di kawasan sejak AS keluar dari perjanjian perdagangan regional pada tahun 2017.

“AS seharusnya mengadopsi lebih banyak perdagangan aktif dan agenda investasi dengan ASEAN di mana akan memberikan keuntungan bagi AS secara ekonomi dan strategis,” ujar Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob pada Kamis waktu setempat.

Biden Bujuk Negara G7 Tambah Sanksi untuk Rusia

AS berencana memberikan sanksi tambahan terhadap Rusia atas perang yang berlanjut dan semakin intensif di Ukraina.

Dilansir Reuters, Rabu (4/5/2022), Presiden AS Joe Biden pada Rabu mengatakan dia akan berbicara dengan para pemimpin lain dari negara-negara maju Kelompok Tujuh (G7) minggu ini tentang potensi sanksi tambahan terhadap Rusia atas perang yang berlanjut dan semakin intensif di Ukraina.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan Amerika Serikat terus berdiskusi dengan mitranya tentang sanksi lebih lanjut dan dapat mengambil "tindakan tambahan" untuk menekan Moskow.

Pada konferensi Wall Street Journal, Yellen tidak akan meninjau tindakan spesifik apa pun yang sedang dipertimbangkan, tetapi menekankan bahwa tindakan lebih lanjut mungkin dilakukan "jika Rusia melanjutkan perang ini melawan Ukraina."

Biden mengatakan kepada wartawan, "Kami selalu terbuka untuk sanksi tambahan" ketika ditanya tentang rencana AS setelah Uni Eropa mengusulkan sanksi terberatnya terhadap Rusia, termasuk embargo minyak bertahap.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved