Konflik Rusia vs Ukraina

Bulgaria Janji Perbaiki Peralatan Militer Ukraina

Pemerintah Bulgaria akhirnya menyetujui permintaan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, untuk memperbaiki beberapa senjata militer.

Editor: Lodie Tombeg
Kantor Pers Kepresidenan Ukraina/ Tangkap layar Via CNN
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, kiri, menyambut Perdana Menteri Inggris Boris Johnson di Kiev, Ukraina. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Sofia – Pemerintah Bulgaria akhirnya menyetujui permintaan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, untuk memperbaiki beberapa senjata militer beratnya yang hancur diserang tentara Rusia.

Melalui pengumuman yang disampaikan ketua Majelis Nasional Nikola Minchev, para parlemen Bulgaria setuju untuk memberikan bantuan kemanusiaan, keuangan serta dukungan militer-teknis kepada pemerintah dan militer Ukraina.

Keputusan ini diambil Bulgaria setelah memanasnya invasi yang dilakukan militer Rusia terhadap Ukraina, hingga membuat sejumlah wilayah di Ukraina luluh lantak diserang rudal.

Nantinya dengan bantuan ini Bulgaria berharap agar militer Ukraina dapat memperkuat pasukannya dalam menghalau invasi Rusia, sehingga pemerintah Ukraina dapat meningkatkan produksi pertaniannya. Dengan begitu kegiatan ekspor gandum ke kota Varna Bulgaria dapat berjalan dengan lancar, mengutip dari Reuters.

"Dukungan berkelanjutan untuk keanggotaan Ukraina di Uni Eropa, memberikan kesempatan untuk mengekspor gandum Ukraina ke Varna, memperkuat kerja sama energi, khususnya pasokan listrik dari Ukraina dan gas alam, pekerjaan perbaikan peralatan militer Ukraina di perusahaan militer Republik Bulgaria dan kelanjutan pengiriman bantuan kemanusiaan, khususnya obat-obatan, pakaian dan makanan", jelas Minchev.

Meski pemerintah Bulgaria telah berjanji untuk memberikan bantuan atas perbaiki peralatan militer, namun Minchev menegaskan bahwa negaranya tak akan mengekspor senjata ke Ukraina, mengingat Bulgaria telah melangsungkan kegiatan ekspor senjata sebanyak tiga kali lipat sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina.

Pembatasan ekspor ini dimaksudkan pemerintah Bulgaria demi memperkuat militer di wilayah perbatasannya, sehingga memasok senjata ke Ukraina akan menjadi keputusan berisiko yang akan dihadapi Bulgaria dalam beberapa waktu ke depan.

Rusia Terus Gempur Mariupol

Serangan Rusia ke Ukraina terus berlanjut dan kini Kota Mariupol mendapat gempuran bertubi-tubi.

Tentara Rusia terus menggempur pabrik baja Azovstal, tempat yang menjadi perlindungan terakhir bagi pasukan Ukraina dan warga sipil Mariupol.

Intelijen Militer Inggris, dalam sebuah cuitannya di hari Jumat (6/5/2022), mengatakan serangan darat di Azovstal sudah memasuki hari kedua.

Dikutip dari Reuters, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan dalam pidato video, Kamis (5/5/2022), pasukan Rusia masih menyerbu dan menembaki pabrik Azovstal.

Serangan yang terus berlanjut ini terjadi di tengah spekulasi yang berkembang, bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin ingin mempersembahkan kepada rakyatnya kemenangan di medan perang, tepat di Hari Kemenangan pada 9 Mei 2022 mendatang, sebagaimana dilansir AP News.

Hari Kemenangan adalah hari libur patriotik terbesar dalam kalender Rusia, menandai kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman.

Seberapa penting Mariupol bagi Rusia hingga pasukan Putin terus menyerang kota ini sejak awal invasi?

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved