Senin, 9 Maret 2026

Kenali FOMO, Kecanduan Media Sosial Yang Kerap Dianggap Biasa

Facebook, Twitter, dan Instagram merupakan sebagian kecil ruang komunikasi bagi manusia di seluruh dunia, tanpa mengenal batas waktu dan ruang.

Tayang:
zoom-inlihat foto Kenali FOMO, Kecanduan Media Sosial Yang Kerap Dianggap Biasa
istock.com
Ilustrasi media sosial 

Berikut adalah beberapa cara agar kamu bisa reframing atau membingkai ulang pemikiran tersebut.

Lacak Pikiran Negatif Salah satu hal yang dapat dilakukan remaja untuk mengatasi FOMO adalah melacak pikiran dan perasaan negatif dalam jurnal.

Hal ini memungkinkan mereka untuk mengamati seberapa sering mereka merasa rendah diri.

Kuncinya adalah mencatat apa yang dilakukan ketika pemikiran negatif itu muncul.

Kemudian, analisis jurnal dan tentukan apakah ada kebiasaan atau pola pikir yang perlu diubah untuk merasa lebih baik?

Batasi Pemakaian Gawai Rehat sejenak dari media sosial merupakan cara ampuh untuk menghadapi FOMO.

Kamu bisa melakukan hal lain sepenuhnya seperti membaca buku, memberi perubahan pada teman, atau membuat kue, dan segala lain yang bisa mendistraksi kamu dari media sosial.

Dengan melakukan ini, diharapkan tidak terpaku pada layar dan lebih produktif jika hanya memeriksa media sosial pada waktu tertentu.

Baca juga: Anda Terlalu Sering Posting Diri Sendiri di Medsos? Mari Kenali Gejala Anxiety

Melatih Mindfulness Mindfulness adalah latihan di mana orang tersebut belajar untuk sangat fokus pada apa pun yang mereka lakukan saat ini.

Mindfulness juga diartikan sebagai suatu kesadaran yang dihadirkan dengan sengaja seperti keterbukaan, kepedulian, dan penilaian baik.

Misalnya, saat orang berendam di sebuah bak mandi, maka akan fokus pada suhu air, dan wangi minyak esensial yang ditaburkan ke dalam bak mandi.

Dengan kata lain, mereka sangat fokus sehingga tidak ada ruang bagi mereka untuk khawatir dan merasa cemas. Dalam keseharian contoh FOMO yang sering ditemukan adalah perasaan gelisah ketika tahu akan pencapaian orang lain.

Merasa iri karena orang lain lebih sibuk dari kita, atau merasa tertinggal jika kita tidak mampu mencapai apa yang telah orang lain capai.

Membandingkan diri dengan pencapaian orang lain hanya akan membebani diri sendiri.

Jika kamu sedang berada dalam tahap FOMO dan mulai kehilangan arah, cobalah untuk bertanya pada diri sendiri apakah dengan menjadi diri kamu yang saat ini masih saja kurang? Cobalah untuk terkoneksi dengan diri sendiri meski susah, karena terkoneksi dengan diri sendiri jauh lebih susah dibanding terkoneksi dengan orang lain. (*)

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved