Kamis, 5 Maret 2026

Kenali FOMO, Kecanduan Media Sosial Yang Kerap Dianggap Biasa

Facebook, Twitter, dan Instagram merupakan sebagian kecil ruang komunikasi bagi manusia di seluruh dunia, tanpa mengenal batas waktu dan ruang.

Tayang:
zoom-inlihat foto Kenali FOMO, Kecanduan Media Sosial Yang Kerap Dianggap Biasa
istock.com
Ilustrasi media sosial 

TRIBUNGORONTALO.COM - Pesatnya perkembangan sosial media beberapa dekade terakhir menumbuhkan sebuah medium baru bagi terciptanya interaksi antar manusia.

Facebook, Twitter, dan Instagram merupakan sebagian kecil ruang komunikasi bagi manusia di seluruh dunia, tanpa mengenal batas waktu dan ruang.

Pesatnya pertumbuhan sosial media juga berdampak bagi kesehatan mental penggunanya. Penelitian membuktikan hubungan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental.

Salah satunya yaitu dampak media komunikasi bagi kaum muda yang kemungkinan merugikan, perlu dicermati secara saksama.

Adiksi terhadap media sosial memunculkan fenomena baru yang dikenal dengan fear of missing out (FOMO).

Ini merupakan keadaan di mana kita menginkan untuk terus terhubung dengan internet agar tidak ketinggalan tren.

Rizqa Nailah, Teman Manusia Asa, menceritakan kisahnya menghadapi FOMO dengan segala ketakutan yang ia alami dalam siniar Anyaman Jiwa bertajuk "Ceritaku Saat Merasakan FOMO".

FOMO jika di Indonesia juga akrab dikenal dengan kecanduan media sosial. FOMO dikaitkan dengan penggunaan media sosial yang intensif.

Melansir Australian Psychology Society, secara umum FOMO menyebabakan rasa cemas dan perasaan rendah diri. Terlebih lagi, FOMO umumnya terjadi pada usia 18 hingga 33 tahun.

Hal ini juga dikaitkan dengan perasaan lebih rendah dari sisi kualitas hidup.

Platform media sosial rentan akan rusaknya kesehatan mental karena mempromosikan ekspektasi yang tidak masuk akal.

Survei menemukan bahwa sekitar dua per tiga orang dalam kelompok usia ini mengaku mengalami FOMO secara teratur.

Baca juga: Karyawan Swasta Ini Dipecat Gara-gara Minta THR

Munculnya media sosial menjadikan FOMO sebagai masalah besar, terutama bagi kaum muda yang selalu mengikuti unggahan teman-teman mereka.

Ketika anak muda melewatkan acara pesta temannya, atau tidak pergi berlibur dengan keluarga, mereka bisa merasa sedikit kurang keren dari teman-teman yang melakukannya.

Salah satu cara bagi remaja untuk mengatasi FOMO adalah dengan mempraktikkan reframing, yakni latihan mental yang dirancang untuk membantu mereka melihat situasi secara berbeda.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved