Konflik Rusia vs Ukraina

Tujuh Jenderal Tewas di Perang Ukraina, Ini Titik Lemah Militer Rusia

Sudah tujuh jenderal Rusia gugur dalam pertempuran di Ukraina. Ada apa dengan militer yang disebut punya kekuatan kedua setelah Amerika Serikat?

Editor: Lodie Tombeg
AFP/ARIS MESSINIS/kompas.com
Sebuah crane mengangkat bangkai mobil yang hancur di depan apartemen setelah serangan pasukan Rusia di distrik Obolon, Kiev, Senin (14/3/2022). Sebanyak dua orang tewas dalam serangan ini dan sejumlah kawasan di dekat Kiev mengalami penembakan serta serangan rudal, kata pihak berwenang, setelah invasi Rusia ke Ukraina terjadi sejak 24 Februari 2022. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Kiev -Sudah tujuh jenderal Rusia gugur dalam pertempuran di Ukraina. Ada apa dengan militer yang disebut punya kekuatan kedua setelah Amerika Serikat?

Laporan terbunuhnya para jenderal dan tokoh-tokoh militer senior Rusia lainnya menguak titik lemah pasukan Moskwa dalam perang di Ukraina. Menurut klaim Ukraina, tujuh jenderal Rusia tewas sejak invasi Rusia diluncurkan pada 24 Februari.

Menurut pejabat Barat, ini akan menjadi tingkat korban yang luar biasa tinggi di antara petinggi militer. Verifikasi jumlah itu sulit dilakukan secara independen, dan sumber-sumber resmi Rusia sejauh ini hanya mengonfirmasi kematian seorang jenderal serta komandan angkatan laut senior lainnya.

Menurut Kementerian Pertahanan Ukraina pada Jumat (25/3/2022), jenderal ketujuh Rusia yang tewas adalah Letnan Jenderal Yakov Rezantsev, yang terbunuh dalam pertempuran di Chornobaivka, luar kota Kherson, Ukraina selatan.

"Saya tidak akan langsung percaya dengan angka-angka ini," kata Colin Clarke direktur penelitian di lembaga penelitian Soufan Center yang berbasis di New York.

“Tetapi apakah itu lima atau 15 jenderal, fakta bahwa mereka kehilangan jenderal jelas menunjukkan komando dan kontrol Rusia sangat lemah dan jalur komunikasinya terputus oleh keberhasilan militer Ukraina,” tambahnya dikutip dari AFP, Senin (28/3/2022).

Kelemahan yang ditunjukkan oleh tentara Rusia di Ukraina, khususnya di bidang intelijen, logistik, dan kesalahan taktis, memaksa para panglima militer untuk maju ke garis depan, kata pejabat senior militer Perancis yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

"Perintah mungkin tidak dipahami atau diterima dengan baik, unit bisa tidak patuh atau ada masalah besar dengan moral. Semua ini bisa membuat para jenderal maju ke depan."

Para pejabat Ukraina menjelaskan, jenderal-jenderal Rusia adalah target dan tugas mereka tampaknya diringankan oleh tentara Rusia sendiri yang menggunakan alat komunikasi mudah dicegat oleh musuh.

Unit Rusia "tidak memperhatikan prosedur keamanan komputer dan mudah dicegat," ujar Alexander Grinberg analis di Jerusalem Institute for Security and Strategy (JISS) kepada AFP.

Dia mengungkapkan, di medan perang para komandan itu dapat diidentifikasi dengan mata telanjang di kendaraan yang dikenali dengan antena dan kendaraan-kendaraan lain yang melindunginya, sehingga rentan diserang.

Rusia bungkam tentang kabar tewasnya 7 jenderal Video kapal perang Rusia meledak di Berdyansk, pelabuhan Laut Azov dekat kota Mariupol, Ukraina, Rabu (23/3/2022).

Dari para jenderal yang dilaporkan tewas, hanya kematian Wakil Komandan Tentara Gabungan ke-41 Rusia Mayjen Andrei Sukhovetsky pada 28 Februari yang dikonfirmasi oleh sumber-sumber resmi Rusia.

Kemudian, Andrei Paliy wakil komandan armada Laut Hitam kelahiran Kyiv, tewas dalam pertempuran di sekitar Mariupol, kata Gubernur Crimea Mikhail Razvozhayev di saluran Telegramnya.

Namun, pengumuman itu belum menggambarkan kondisi pasukan Rusia secara utuh di medan perang. Rusia selama sebulan invasi ke Ukraina hanya dua kali menyebutkan jumlah resmi tentara mereka yang tewas.

Terbaru adalah pada 25 Maret dengan mengumumkan 1.351 kematian. Sebagai tanda adanya kemungkinan masalah, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu juga menghilang dari pandangan publik selama sekitar dua minggu pada Maret, lalu muncul kembali sekali pada Sabtu (26/3/2022).

Leonid Volkov sekutu dekat Alexei Navalny pemimpin oposisi Rusia yang dipenjara mengatakan, pemakaman Mayor Jenderal Vitaly Gerasimov--jenderal kedua Rusia yang dikatakan tewas oleh Ukraina--telah berlangsung di Yekaterinburg pada 16 Maret.

"Tidak ada kabar tentang ini di media Rusia mana pun ... Jenderal ini akan dimakamkan di kuburan tanpa nama," tulisnya.

Sebuah crane mengangkat bangkai mobil yang hancur di depan apartemen setelah serangan pasukan Rusia di distrik Obolon, Kyiv, Senin (14/3/2022). Sebanyak dua orang tewas dalam serangan ini dan sejumlah kawasan di dekat Kyiv mengalami penembakan serta serangan rudal, kata pihak berwenang, setelah invasi Rusia ke Ukraina terjadi sejak 24 Februari 2022.

Seorang sumber keamanan Barat yang meminta untuk tidak disebutkan namanya membenarkan klaim Ukraina bahwa Letnan Jenderal Yakov Rezantsev adalah jenderal Rusia ketujuh yang tewas. Pejabat itu mengatakan, kolonel Rusia lain yang memimpin brigade bahkan dibunuh oleh pasukannya sendiri, yang menabraknya sebagai konsekuensi dari skala kerugian yang diambil oleh brigadenya.

Akan tetapi, Mayor Jenderal Magomed Tushaev yang dilaporkan Ukraina tewas dalam pertempuran di luar Kyiv pada 26 Februari, disebut masih hidup. Berusia 36 tahun, Tushaev adalah jenderal di Garda Nasional (Rosgvardia), kekuatan militer internal yang bertanggung jawab langsung kepada Putin. Dia adalah orang Chechnya berpangkat tertinggi yang dikatakan terbunuh.

Namun, pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov bersikeras bahwa Tushaev masih hidup, dengan mengatakan dia ikut pertemuan pada 23 Maret dan mengunggah video seorang pria yang mengaku sebagai Tushaev berbicara pada 13 Maret.

TV Rusia pada Senin (28/3/2022) juga menyiarkan gambar yang diduga menunjukkan Kadyrov di kota Mariupol Ukraina bertemu seorang pria yang dikatakan adalah Letnan Jenderal Andrei Mordvichev, salah satu jenderal yang dikatakan Ukraina telah terbunuh.

290322- Ramzan Kadyrov
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov

Pemimpin Chechnya Datangi Mariupol

Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov tiba di kota Mariupol, Ukraina selatan, untuk meningkatkan semangat para prajuritnya, kata laporan media Rusia pada Senin (28/3/2022).

Prajurit Chechnya ikut bertempur dalam kampanye militer Rusia di wilayah Ukraina yang pro-Barat. Ukraina mengatakan, sekitar 160.000 warga sipil terkepung oleh pasukan Rusia di Mariupol, dengan hanya sedikit atau tanpa makanan, air, atau obat-obatan. 

"Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov berada di Mariupol untuk meningkatkan semangat juang para prajurit kita", serta membawakan mereka peralatan tambahan, kata Menteri Politik Nasional Chechnya Akhmed Dudayev kepada kantor berita negara Rusia RIA Novosti.

Dikutip dari AFP, RIA Novosti itu juga mengunggah foto grup Kadyrov dengan anggota parlemen parlemen Adam Delimkhanov dan sekitar 20 prajurit Chechnya, termasuk seseorang yang tampak seperti anak laki-laki di sebuah ruangan terang dengan bendera Rusia.

Dudayev menyebutkan bahwa Kadyrov (45) telah dipromosikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin ke pangkat Letnan Jenderal. Secara formal, Kadyrov bertugas di Garda Nasional dan sebelumnya memiliki pangkat Jenderal Mayor.

Siaran TV Rusia diduga menunjukkan Kadyrov di Mariupol bertemu dengan seorang pria yang dikatakan Letnan Jenderal Andrei Mordvichev, salah satu jenderal yang menurut otoritas Ukraina telah tewas.

Dudayev mengatakan kepada RIA Novosti, Kadyrov bertemu dengan Mordvichev dan komandan lainnya. Dia mengatakan bahwa Kadyrov akan membantu "memperbaiki dan menyelesaikan strategi untuk tindakan lebih lanjut selama beberapa hari, guna membebaskan Mariupol".

Kadyrov yang merupakan mantan panglima perang dan kini menjadi sekutu Kremlin menulis di Telegram, "Pembersihan kota Mariupol sedang berjalan dengan baik."

"Tentara Rusia pergi dari gedung ke gedung untuk membebaskan Mariupol dari kelompok bandit Nazi," tambahnya.

“Seperti biasa, para prajurit kami dalam semangat yang luar biasa. Angin kencang atau tembakan dari senjata kaliber besar tidak akan mematahkan keinginan mereka untuk menang,” tulis Kadyrov. "Dalam waktu yang sangat singkat, Mariupol akan sepenuhnya dibebaskan." (*)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Jenderal Tewas, Titik Lemah Rusia di Perang Ukraina Terkuak"

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved