Kecelakaan Mahasiswa AlAzhar

Putri Kiai NU Meninggal di Mesir, Rektor Universitas AlAzhar Sampaikan Belasungkawa Melalui Dubes RI

Selama tiga periode, mulai 1997 hingga 2010, ayah almarhumah, KH Fadlolan Musyafa' (52) pernah menjabat protokoler di KBRI Kairo.

Editor: Thamzil Thahir
dok_tribunGorontalo/FB
Ning_Arina_Sabiela_Musyaffa (22 tahun) bersama ibunya di pelataran kampus Universitas Al Azhar Kairo, Mesir. Ning Arina meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan mobil tunggal di jalan raya Alexanderia-Kairo, sekitar 130 km dari pusat kota Mesir, Selasa (8/3/2022) dini hari. Jenazah dijadwalkan tiba di Tanah Air, Kamis (10/3/2022) petang besok. 

TRIBUN-GORONTALO.COM —  Rektor Universitas Al Azhar Kairo Dr Ibrahim Al Hudud, secara khusus menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ning Arina Sabiela Fadlolan (22), mahasiswi asal Indonesia di km 130 Jalan tol Kairo-Alexandria, Selasa (8/3/2022) dini hari.

Mobil jenis MPV yang ditumpangi Ning Arina, terbalik dalam kecelakaan tunggal di jalur padang pasir.

Bersama almarhum, juga tercatat tiga mahasiswa asal Jawa Tengah lainnya. Satu wanita, dan dua pria.

Almarhumah adalah mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Islam dan Bahasa Arab Putri di Universitas Al Azhar, Mesir.

Ungkapan belasungkawa rektor universitas tertua di dunia ini, disampaikan melalui sambungan telepon kepada Duta Besar Indonesia untuk Mesir Dr Lutfhi Rauf, sebelum penyemayaman jenazah di i Rumah Kekeluargaan Masyarakat Jawa Tengah (Griya Jawa Tengah) di daerah Nasr City, Kairo, Rabu (9/3/2022) malam, waktu setempat.

Almarhumah adalah adalah putri dari KH Fadlolan Musyafa' Muti (52), Khatib Aam Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah periode 2013-2018.

Ayah dan ibu almarhum Nyai Haji Fenty Hidayah, kini jadi pengasuh di Pesantren Fadlul Fadlan Bilingual Berbasis Karakter Salaf di Semarang, Jawa Tengah.

Baca juga: Meninggal di Alexanderia Mesir, Putri Kiai NU Menumpang Mobil Ertiga Rental Bersama 3 Mahasiswa

Baca juga: KBRI Kairo Turunkan 2 Staf Evakuasi Putri Kiai NU Jawa Tengah dari Alexaderia Mesir

Baca juga: Selain Putri Rais Syuriah NU Jateng, Ini Nama 3 Mahasiswa Indonesia yang Kecelakaan di Mesir

Rilis yang diterima Tribun dari staf Penerangan Sosial Budaya Kedutaan Besar RI di Kairo, menyebut prosesi pemulasaran, penyalatan jenazah digelar dalam upacara khidmat.

Upacara ini dipimpin Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo Prof Dr Bambang Suryadi MA.

Prosesi hybrid (online dan offline) ini dihadiri sekitar 1000-an Mahasiswa Indonesia Mesir (Masisir) di Kairo.

Informasi yang diterima Tribun, tadi pagi, sebagai pernghortamatan kepada keluarga ini.

Selama tiga periode, mulai 1997 hingga 2010, ayah almarhumah, KH Fadlolan Musyafa' (52) pernah menjabat protokoler di KBRI Kairo.

“Abah almarhum Ning Arina itu staf protokoler teladan di KBRI. Bahkan pernah dapat hadiah sampai 200) USD dari pemerintah karena jasanya,” kata Syamsul Alam, staf atase perdagangan di KBRI Kairo, kepada TribunGorontalo.com.

KECELAKAAN TUNGGAL - Mobil Suzuki jenis MPV Eriga yang ditumpangi 4 mahasiswa asal Jawa Tengah, Indonesia, diparkir di markas polisi distrik Alexanderia, Mesir, Selasa (8/3/2022). Kecelakaan dilaporkan terjadi sekitar pukul 01.00 dinihari di jalan highway Alexandria – Cairo Desert Road di kawasan Wadi Natroun, Behayra (+- 130 km dari kota Cairo).
KECELAKAAN TUNGGAL - Mobil Suzuki jenis MPV Eriga yang ditumpangi 4 mahasiswa asal Jawa Tengah, Indonesia, diparkir di markas polisi distrik Alexanderia, Mesir, Selasa (8/3/2022). Kecelakaan dilaporkan terjadi sekitar pukul 01.00 dinihari di jalan highway Alexandria – Cairo Desert Road di kawasan Wadi Natroun, Behayra (+- 130 km dari kota Cairo). (dok_facebook_tribungorontalo/albahrwnews)

Melalui rilis ini keluarga besar KBRI Kairo dan masyarakat Indonesia di Mesir menyampaikan bela sungkawa dan duka yang mendalam atas peristiwa yang menyedihkan ini.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved