Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Strongman Kontra Braveman, Rusia Bombardie Kota Chernihiv

Dunia berharap Rusia-Ukraina akhiri konflik. Faktanya invasi atau operasi militer Rusia masih berlangsung. Sabtu, 5 Maret 2022.

Editor: Lodie Tombeg
Tribun Makassar
Presiden Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky 

Ini mendorong BBC, Bloomberg, CNN, CBC, dan media asing lainnya untuk menangguhkan pelaporan di negara tersebut.

PayPal menutup layanannya di Rusia Perusahaan pembayaran PayPal telah menutup layanannya di Rusia, bergabung dengan banyak perusahaan keuangan dan teknologi dalam menangguhkan operasi di sana setelah invasi ke Ukraina.

Zara bergabung dengan eksodus dari Rusia Peritel mode Spanyol Inditex telah menghentikan perdagangan di Rusia, menutup 502 tokonya dan menghentikan penjualan online.

Braveman Vs Strongman

Serangan Rusia di Ukraina. Dunia Barat menyebut hal itu sebagai invasi. Tapi Rusia, ngotot menyebutnya sebagai demiliterisasi.

Apa pun itu, korban-korban berjatuhan. Rakyat sipil ketakutan, dan ancaman Perang Dunia Ketiga menyeruak, ramai dibicarakan.

Dimulai pada pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan mundur.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pun tak jua gentar. Terus bertahan sembari menggelorakan deru perlawanan.

Teguh menjaga tanah airnya. Kedua negara sama-sama punya tujuan. Ukraina ingin melepaskan diri dari sejarah Rusia, tapi Rusia jelas saja tak rela. Trias Kuncahyono, penulis dan jurnalis senior tampaknya memperhatikan benar isu konflik itu.

Saat berbincang bersama Wisnu Nugroho Pemimpin Redaksi Kompas.com di Ruang Jernih yang sudah tayang di YouTube Kompas.com, Trias menyoroti beberapa hal menarik dari konflik kedua negara.

Mulai dari isu Ukraina yang dianggapnya "lucu", hingga kecanggungan Eropa atas konflik kedua negara.

Salah satu hal menarik yang dibicarakan Trias adalah bagaimana dia menyebut perang Rusia-Ukraina sebagai rivalitas antara Strongman Vs Braveman.

Strongman adalah Putin, dan Braveman adalah Zelensky. Manusia Kuat lawan Manusia Pemberani.

"Putin itu sangat berkuasa. Apa yang dia mau dapat semuanya. Harus diakui Putin bisa membangun Rusia, mengembalikan Rusia sebagai superpower lagi," ujar Trias.

"Kalau Putin bukan orang kuat, digempur begitu banyak akan kolaps," tambahnya, saat membicarakan Putin.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved