Konflik Rusia Vs Ukraina

Lima Hari Pertempuran Tewaskan 5.710 Tentara Rusia

Perang Rusia versus Ukraina terus berlangsung. Aksi invasi pasukan beruang merah masih menjadi topik hangat pemberitaan internasional.

Editor: Lodie Tombeg
AFP
Mayat tentara Rusia yang gugur saat invasi ke Ukraina. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Perang Rusia versus Ukraina terus berlangsung. Aksi invasi pasukan beruang merah masih menjadi topik hangat pemberitaan internasional.

Update per Selasa (1/3/2022), Rusia meluncurkan misil dan menghancurkan sebuah gedung di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina. Di sisi lain, Ukraina mengklaim sebanyak 5.710 tentara Rusia tewas.

Seperti dituliskan di BBC, klaim tersebut belum bisa diverifikasi. Namun, Kementerian Pertahanan Inggris meyakini, Moskow sebagai pusat militer Rusia, mengalami kerugian besar dalam perang.

Adapun pejabat militer Ukraina mengklaim 5.710 tentara Rusia tewas dalam lima hari pertama pertempuran sengit di negara itu. BBC memberitakan, dalam pesan video yang diposting ke Facebook, juru bicara staf umum negara itu menambahkan bahwa lebih dari 200 tentara Rusia telah ditawan oleh pasukan Ukraina.

Pejabat itu juga mengklaim 198 tank Rusia, 29 pesawat, 846 kendaraan lapis baja dan 29 helikopter telah dihancurkan.
BBC tidak dapat secara independen memverifikasi klaim ini, tetapi kementerian pertahanan Inggris percaya bahwa pasukan Moskow telah menderita kerugian besar selama invasi ke Ukraina.

Diketahui sebelumnya, pada Minggu (27/2/2022), para pejabat di Moskow dipaksa untuk mengakui bahwa pasukan mereka telah menjadi korban, setelah berhari-hari mengklaim tidak ada tentara Rusia yang tewas.
Kharkiv Diteror

Rusia bergerak maju ke ibu kota Ukraina, Kiev dengan konvoi besar yang terdiri dari kendaraan lapis baja, tank, dan peralatan militer lainnya. Konvoi militer itu membentang hingga 64 km, menurut citra satelit baru, Independent melaporkan.

Baca juga: Konvoi Militer Rusia Sepanjang 60 Km Menuju Kiev, Warga Sipil Diminta Pergi 

Saat invasi Rusia memasuki hari keenam, senator AS Chris Murphy mengatakan, pasukan Putin sedang mempersiapkan pengepungan "panjang dan berdarah" di ibukota Ukraina. Pada Senin (28/2/2022), Ukraina diguncang sejumlah ledakan besar setelah putaran pertama pembicaraan damai antara perwakilan kedua negara di perbatasan Belarusia.

Sanksi ekonomi yang dijatuhkan terhadap Rusia tampaknya memberikan tekanan pada Vladimir Putin.
Moskow menutup pasar sahamnya hingga setidaknya 5 Maret dengan Rubel Rusia anjlok ke titik terendah dalam sejarah.

Pemandangan kantor pusat pemerintahan Kharkiv yang rusak akibat penembakan di Kharkiv pada 1 Maret 2022. Alun-alun pusat kota kedua Ukraina, Kharkiv, ditembaki oleh pasukan Rusia -- menghantam gedung pemerintahan lokal -- kata gubernur Oleg Sinegubov.

Sementara itu, Pengadilan Kriminal Internasional telah mengumumkan akan menyelidiki dugaan kejahatan perang Rusia di Ukraina.

Kota Kharkiv Dihantam Serangan Udara

Kharkiv berada di bawah serangan rudal pada Selasa (1/3/2022) sekitar jam 8 pagi waktu setempat atau 13.00 WIB.

Sebuah video menunjukkan ledakan besar di dekat gedung administrasi regional kota.
Komando operasional Ukraina mengatakan pasukan Rusia menembakkan roket ke gedung administrasi.
Beberapa mobil sipil dilaporkan melewati gedung pada saat itu.
Setidaknya 6 orang terluka

Sedikitnya enam orang terluka, termasuk seorang anak, dalam ledakan di kota terbesar kedua di Ukraina, Kharkiv, kata Layanan Darurat Negara Ukraina dalam sebuah pos Telegram Selasa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved