Konflik Rusia Vs Ukraina
Konvoi Militer Rusia Sepanjang 60 Km Menuju Kiev, Warga Sipil Diminta Pergi
Pasukan Rusia melaksanaan konvoi besar-besar menuju Kiev, Ukraina. Pantauan satelit memperlihatkan konvoi militer besar-besaran.
TRIBUNGORONTALO.COM, Kiev - Pasukan Rusia melaksanaan konvoi besar-besar menuju Kiev, Ukraina. Pantauan satelit memperlihatkan konvoi militer besar-besaran sepanjang 40 mil (64 km) dikerahkan Rusia di utara ibu kota Ukraina, Kiev, Senin (28/2/2022). Kiev sebelumnya telah memukul mundur beberapa serangan Rusia.
Foto-foto satelit dari Maxar yang berbasis di Amerika Serikat (AS) menunjukkan, konvoi militer Rusia yang berkumpul sejak Minggu (27/2/2022) itu memanjang hingga lebih dari 60 kilometer. 60 kilometer setara dengan jarak Jakarta ke kota Bogor atau kota Yogyakarta ke Solo menurut penghitungan Google Maps.
Dikatakan oleh Maxar, konvoi itu menutupi seluruh bentangan jalan dari dekat bandara Antonov sekitar 18 mil (29 km) dari Kiev, ke kota Prybirsk yang jaraknya sekitar 40 mil. Dikutip dari AFP, Maxar lebih lanjut mengatakan, "Di sepanjang bagian rute, beberapa kendaraan berjarak cukup jauh sementara di bagian lain peralatan dan unit militer melaju dua atau tiga kendaraan sejajar di jalan."
"Sejumlah rumah dan bangunan terlihat terbakar di utara dan barat laut Ivankiv, dekat jalan yang dilalui konvoi," tambahnya. Menurut Maxar, satelitnya juga menangkap gambar penempatan pasukan darat tambahan dan unit helikopter serangan darat di Belarus selatan, kurang dari 20 mil (32 km) di utara perbatasan dengan Ukraina.
Sejak dimulainya invasi Rusia pada Kamis (24/2/2022), pasukan Ukraina berhasil mempertahankan jalan menuju pusat Kiev dari serangan pasukan Moskwa yang berkumpul di sekitar ibu kota itu. Menurut dua sumber yang diwawancarai oleh AFP pada Senin (28/2/2022), yaitu satu diplomat dan satu pejabat keamanan, Moskwa sedang bersiap meluncurkan serangan militer baru dalam waktu dekat.
Halaman resmi Staf Umum Angkatan Darat Ukraina di Facebook mengatakan, pasukan Rusia berkumpul selama 24 jam terakhir dan mengerahkan kendaraan lapis baja serta senjata artileri untuk mengepung dan menguasai Kiev juga kota-kota besar lainnya di Ukraina.
Baca juga: Tawarkan Dialog Damai: Pesan Paus Fransiskus kepada Rusia dan Ukraina
AS berkata, upaya utama Moskwa tetap mencoba masuk ke Kiev, tetapi melambat pada hari kelima invasi Rusia ke Ukraina. Pada Senin, iring-iringan utama Rusia yang menuju ibu kota Ukraina maju sekitar tiga mil (4,8 km) dan tinggal berjarak sekitar 18 mil (29 km) dari Kiev, kata seorang pejabat senior pertahanan AS.
Minta Warga Sipil Ukraina Segera Pergi
Tentara Rusia pada Senin (28/2/2022) mengatakan, warga sipil Ukraina dapat meninggalkan ibu kota Kiev dengan bebas sebelum mereka menyerang wilayah tersebut. Militer Rusia juga mengeklaim, angkatan udaranya mendominasi langit Ukraina saat invasi Rusia memasuki hari kelima.
"Semua warga sipil di kota dapat dengan bebas meninggalkan ibu kota Ukraina di sepanjang jalan raya Kiev-Vasylkiv. Jalur ini terbuka dan aman," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov dalam pidato yang disiarkan televisi.
Kantor berita AFP melaporkan, Vasylkiv terletak di barat daya Kiev. Konashenkov mengisyaratkan bahwa Rusia sedang bersiap menargetkan wilayah sipil Kiev, dan menuduh pasukan Ukraina menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia.
Dia mengutip imbauan Ukraina kepada warga Kiev untuk tetap di rumah dan mematuhi jam malam sebagai bukti klaimnya, bahwa warga sipil dimanfaatkan guna melindungi nasionalis yang menempatkan detasemen artileri dan peralatan militer di daerah pemukiman.
Konashenkov menambahkan bahwa Kiev dikuasai oleh gerombolan penjarah, perampok, dan nasionalis yang mendapat senjata dari otoritas setempat. Seraya menyatakan kemajuan militer Moskwa, Konashenkov mengeklaim bahwa Rusia unggul atas seluruh wilayah Ukraina.
Sementara itu di tenggara Ukraina, pasukan Rusia menguasai kota pelabuhan Berdyansk dan kota Energodar, yang memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir besar, kata Konashenkov. Pasukan Rusia juga mengawal pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, yang terus beroperasi dan tingkat radiasinya normal, kata juru bicara militer. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rusia Akan Serang Permukiman Kiev, Minta Warga Sipil Ukraina Segera Pergi"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/140222-Mobilisasi-tank.jpg)