Rabu, 11 Maret 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina Patahkan Serangan Kilat Rusia, Kiev Klaim Tewaskan dan Lukai 4.300 Tentara

Di luar perkiraan Presiden Vladimir Putin. Ukraina memberikan perlawanan sengit terhadap invasi pasukan Rusia ke negara mereka.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Ukraina Patahkan Serangan Kilat Rusia, Kiev Klaim Tewaskan dan Lukai 4.300 Tentara
AFP
Tentara Ukraina berjalan dekat puing kendaraan militer yang terbakar. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Kiev - Di luar perkiraan Presiden Vladimir Putin. Ukraina memberikan perlawanan sengit terhadap invasi pasukan Rusia ke negara mereka. Kiev mengeklaim menewaskan dan melukai 4.300 tentara negeri beruang merah.

Ukraina juga menghancurkan ratusan kendaraan militer Moskwa, menurut Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba, Minggu (27/2/2022). Kuleba dalam konferensi pers virtual mengungkap jumlah kerugian pasukan invasi Rusia di Ukraina sampai hari keempat perang yang dimulai sejak Kamis (24/2/2022).

"Menurut data terbaru Kementerian Pertahanan Ukraina, kerugian Rusia secara keseluruhan dalam tiga setengah hari ini pada angka-angka berikut," kata Kuleba.

Klaim Kerugian Rusia:

- 46 pesawat tempur

- 26 helikopter

- 146 tank

- 706 kendaraan lapis baja

- 49 meriam

- 1 sistem rudal seperti yang digunakan untuk menembak jatuh pesawat Malaysia Airline MH-17 pada 2014

- 30 kendaraan

- 2 drone

- 2 perahu

- 4.300 tentara tewas dan terluka

- Ratusan tentara yang jadi tawanan perang.

"Data ini bersifat pendahuluan, karena pertempuran sedang berlangsung dan jumlah tepatnya berfluktuasi," tambahnya.

Blitzkrieg Rusia gagal Dalam kesempatan yang sama Kuleba juga mengeklaim, blitzkrieg (serangan kilat) Rusia gagal dan tujuan strategis Presiden Rusia Vladimir Putin meleset semua. Putin disebutnya belum mencapai satu pun tujuan strategis selama empat hari invasi Rusia ke Ukraina.

"Presiden Putin berencana melakukan operasi blitzkrieg untuk memaksa Ukraina bertekuk lutut, menghancurkan kami, membuat kami mundur, dan merebut ibu kota kami, Kiev. Tak satu pun dari ini yang terjadi," ujar Kuleba.

"Tidak ada kota besar yang direbut oleh Rusia. Meskipun banyak upaya penembakan, pemboman, dan pertahanan darat di ibu kota Kiev, musuh (Rusia) belum mendapatkan kendali apa pun," imbuh Menlu Ukraina.

Menurut informasi Pentagon, Rusia telah mengerahkan setidaknya 50 persen dari kekuatan yang disiapkan untuk invasi besar-besaran di Ukraina.

Namun, invasi Rusia ke Ukraina belum berkembang secepat yang diharapkan sejak dimulai sebelum fajar pada Kamis (24/2/2022). Sebagian besar pasukan Rusia masih tertahan sekitar 30 kilometer di luar Kiev, kata pejabat itu, sambil menekankan bahwa situasi medan perang selalu berubah.

Baca juga: Wanita Manajer Bank Ukraina Daftar Jadi Tentara Sukarela

Serangan Kilat Rusia Gagal

Blitzkrieg (serangan kilat) Rusia gagal dan tujuan strategis Presiden Rusia Vladimir Putin meleset semua, menurut Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba pada Minggu (27/2/2022).

Dalam konferensi pers virtual yang turut dihadiri Kompas.com, Kuleba menekankan, Putin belum mencapai satu pun tujuan strategis selama empat hari invasi Rusia ke Ukraina.

"Presiden Putin berencana melakukan operasi blitzkrieg untuk memaksa Ukraina bertekuk lutut, menghancurkan kami, membuat kami mundur, dan merebut ibu kota kami, Kiev. Tak satu pun dari ini yang terjadi," ujar Kuleba.

"Kami bersimbah darah, tapi kami menimbulkan kerusakan besar pada musuh." "Tidak ada kota besar yang direbut oleh Rusia. Meskipun banyak upaya penembakan, pemboman, dan pertahanan darat di ibu kota Kiev, musuh (Rusia) belum mendapatkan kendali apa pun," imbuh Menlu Ukraina.

Sebelum pernyataannya itu Kuleba juga mengecam tindakan Putin yang mengingatkan atau mengikuti langkah Adolf Hitler. Kiev yang saat ini sedang diserang Rusia, mengulang memori kelam ketika dibombardir Nazi Jerman pada 1941.

"Selama empat hari berturut-turut, angkatan bersenjata Ukraina, garda nasional, unit pertahanan teritorial, dan seluruh pasukan pertahanan Ukraina berjuang dan melawan penjajah Rusia." "Kemampuan Ukraina untuk melawan sangat tinggi dan sangat tak terduga bagi Putin," imbuhnya.

Pasukan Rusia dilaporkan merasa frustrasi karena mendapat perlawanan keras tak terduga dari Ukraina. Hal tersebut disampaikan oleh seorang pejabat senior pertahanan AS yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (26/2/2022).

Pejabat tersebut menambahkan, perlawanan tentara Ukraina yang keras membuat pasukan Rusia masih berada di luar ibu kota Kiev. "Kami memiliki indikasi bahwa Rusia semakin frustrasi dengan kurangnya momentum selama 24 jam terakhir, terutama di bagian utara Ukraina," kata pejabat itu.

Menurut informasi Pentagon, Rusia telah mengerahkan setidaknya 50 persen dari kekuatan yang disiapkan untuk invasi besar-besaran di Ukraina. Namun, invasi Rusia ke Ukraina belum berkembang secepat yang diharapkan sejak dimulai sebelum fajar pada Kamis (24/2/2022).

Sebagian besar pasukan Rusia masih tertahan sekitar 30 kilometer di luar Kiev, kata pejabat itu, sambil menekankan bahwa situasi medan perang selalu berubah. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ukraina Klaim Tewaskan dan Lukai 4.300 Tentara Rusia, Hancurkan 146 Tank"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved