Konflik Rusia Vs Ukraina

Wanita Manajer Bank Ukraina Daftar Jadi Tentara Sukarela

Ramai-ramai membela negara. Begitulah piliha jutaan orang di Ukraina saat ini. Ribuan orang di sebuah pusat komunitas lokal Dnipro.

Editor: Lodie Tombeg
kompas.com
Truk militer Ukraina melaju di jalanan Kiev. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Ramai-ramai membela negara. Begitulah piliha jutaan orang di Ukraina saat ini. Ribuan orang di sebuah pusat komunitas lokal Dnipro, Ukraina mengantre untuk mendaftar menjadi 'tentara amatir'.

Mereka mengaku siap angkat senjata berperang melawan Rusia meskipun tidak memiliki pengalaman militer sama sekali.
Membawa dokumen identitas dan beberapa membawa karung, mereka tampak mengantre untuk mendaftarkan diri.

Antrian perekrutan tentara pemula tersebut membentang dari pintu depan, seperti pasukan spontan yang terbentuk di tengah kota.

Seorang pria paruh baya bernama Igor Vyazonoy, warga yang ikut mendaftar, mengaku sebelumnya dirinya memiliki pekerjaan yang bagus. Melihat keadaan Ukraina saat ini, ia memilih meninggalkan kenyamanannya dan bergabung untuk membela negaranya.

"Sebelumnya saya memiliki keraguan bertempur menggunakan senjata. Tetapi kini saya jelas siap. Ini perang," kata Igor dilansir dari Sky News.

Hal yang sama dilakukan seorang perempuan bernama Kate Kozil yang aslinya bekerja sebagai manajer bank.
Ia mengaku memiliki dua anak berusia 11 dan 4 tahun. Tetapi hal itu tidak menghentikannya untuk mendaftar.
Ketzyna mengaku siap berperang menggunakan senjata.

"Saya pikir begitu, tetapi pengalaman menembak saya hanya di lapangan tembak. Sejujurnya, saya tak memiliki banyak pengalaman, tetapi saya cepat belajar," katanya.

Saat ditanya kemungkinan ia terluka dalam peperangan, jawabannya sangat simpatik.
"Kami semua telah terluka dan menderita. Saya lelah hanya ketakutan. Itu sebabnya saya harus melakukan sesuatu," katanya.

Baca juga: Sinere Perang Iringi Pernikahan Pasangan Ukraina, Malam Pertama Angkat Senjata

Katezyna juga mengaku dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Apalagi sang presiden menegaskan tak akan pergi dari Kiev dan akan terus menggemakan kata-kata semangat untuk menghadapi Rusia.

"Saat ini, ia sangat mengisnpirasi saya. Saya bangga dengan caranya menghadapi kondisi ini. Ia melakukan tugas yang hebat saat ini, saya mendukungnya," katanya.

Tetapi banyak keraguan tentara amatir ini mampu menghadapi pasukan Rusia, mengingat lawan memiliki persenjataan yang lebih unggul.

Namun, seorang warga lainnya Sergei Sildiv, membantah adanya pemikiran itu dalam diri mereka. "Menurut saya, satu tentara Ukraina setara dengan tujuh tentara Rusia," katanya. Ia pun meyakini Ukraina akan menang dalam pertempuran melawan Rusia. Berikut ini informasi terbaru invasi Rusia ke Ukraina, yang Tribunnews.com rangkum dari berbagai sumber:

Pasukan Rusia meledakkan pipa gas alam di kota Kharkiv, Ukraina, kata Dinas Komunikasi Khusus dan Perlindungan Informasi Negara Ukraina. Al Jazeera melaporkan, video yang diunggah di aplikasi Telegram menunjukkan ledakan membentuk jamur terlihat membumbung tinggi.

Tidak jelas seberapa penting pipa gas itu dan apakah ledakan itu dapat menggangu pengiriman gas ke luar kota atau negara. Meskipun perang, Ukraina terus mengirimkan gas alam Rusia ke Eropa.

Di kota yang sama, seorang warga sipil tewas saat gedung apartemen terkena tembakan artileri. CNN mewartakan Layanan Darurat Negara Ukraina mengonfirmasi bahwa apartemen sembilan lantai di Kharkhiv dihantam artileri "musuh", Sabtu malam (26/2/2022).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved