Berita Internasional
Kronologi Penyelamatan Pilot Amerika yang Terjebak 48 Jam di Iran, Dijemput Navy SEAL
Seorang penerbang militer Amerika Serikat dilaporkan berhasil selamat setelah menjalani 48 jam yang menegangkan di wilayah Iran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/FOTO-STOK-Bendera-IRAN-berkibar.jpg)
Ringkasan Berita:
- Seorang penerbang militer AS yang terluka berhasil bertahan hidup selama 48 jam di Iran
- Ia dilindungi drone MQ-9 Reaper sebelum akhirnya dievakuasi tim Navy SEAL
- Di tengah keberhasilan operasi, konflik AS-Israel melawan Iran justru makin memanas setelah Trump menuai kecaman
TRIBUNGORONTAO.COM — Seorang penerbang militer Amerika Serikat dilaporkan berhasil selamat setelah menjalani 48 jam yang menegangkan di wilayah Iran usai terlempar dari pesawatnya dan mendarat darurat di area yang berbahaya.
Laporan menyebut, sesaat setelah menghantam tanah akibat eject dari pesawat dan dalam kondisi mengalami cedera pada kaki, anggota militer AS itu langsung melepaskan sabuk pengamannya.
Meski terluka, ia segera menerapkan pelatihan Survival, Evasion, Resistance, and Escape (SERE) atau kemampuan bertahan hidup, menghindar, melawan, dan meloloskan diri yang memang menjadi bekal wajib bagi awak penerbangan militer.
Dalam situasi yang serba genting, penerbang tersebut disebut tidak tinggal diam.
Baca juga: Jusuf Kalla Usulkan Harga BBM Naik, Sebut Subsidi Hanya Menambah Utang Negara
Ia segera bergerak menuju puncak terdekat untuk menghindari warga sekitar yang berpotensi mengetahui keberadaannya.
Pada satu tahap, ia bahkan dilaporkan memanjat punggungan gunung setinggi sekitar 7.000 kaki sebelum akhirnya bersembunyi di sebuah celah batu sempit sambil menunggu bantuan datang.
Seluruh kru penerbangan militer AS diketahui dibekali beacon atau alat pemancar lokasi yang terhubung ke komando pusat, serta perangkat komunikasi aman untuk mengirimkan informasi posisi mereka dalam kondisi darurat.
Perangkat itulah yang diyakini menjadi salah satu faktor penting dalam upaya pencarian dan penyelamatan sang penerbang di tengah wilayah yang dipenuhi ancaman.
Di saat yang sama, operasi perlindungan terhadap penerbang yang terdampar itu juga berlangsung dari udara.
Menurut seorang sumber yang mengetahui jalannya operasi dan dikutip Air & Space Forces Magazine, drone MQ-9 Reaper dikerahkan untuk melindungi anggota militer tersebut.
Drone itu dilaporkan melancarkan serangan terhadap sejumlah pria Iran usia militer yang dinilai berpotensi menjadi ancaman dan berada dalam radius sekitar 3 kilometer dari lokasi persembunyian sang penerbang.
Situasi semakin mencekam ketika malam mulai turun pada Sabtu larut.
Dalam kegelapan dan di tengah laporan bahwa sejumlah besar pasukan Iran terus mendekat ke lokasi, tim Navy SEAL akhirnya diterjunkan untuk melakukan penyelamatan.
Mereka mendarat tidak jauh dari lokasi sang penerbang menggunakan helikopter HH-60W Jolly Green II, sebuah helikopter tempur penyelamat yang dirancang khusus untuk operasi pemulihan personel di zona berbahaya.