Senin, 6 April 2026

Harga BBM

Jusuf Kalla Usulkan Harga BBM Naik, Sebut Subsidi Hanya Menambah Utang Negara

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), mengingatkan pemerintah agar tidak terus menekan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan subsidi.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Jusuf Kalla Usulkan Harga BBM Naik, Sebut Subsidi Hanya Menambah Utang Negara
Tribunnews.com
Jusuf Kalla ingatkan utang Indonesia Terancam Membengkak Jika BBM Tak Naik. 

Ringkasan Berita:
  • Jusuf Kalla mengingatkan pemerintah agar tidak terus menekan harga BBM dengan subsidi karena berisiko menambah utang negara.
  • Lonjakan harga minyak dunia akibat perang Iran-AS-Israel membuat beban APBN semakin berat jika subsidi dipertahankan.
  • JK menilai kenaikan harga BBM lebih baik dijelaskan kepada rakyat daripada membiarkan utang membengkak.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), mengingatkan pemerintah agar tidak terus menekan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan subsidi.

Menurutnya, strategi mempertahankan subsidi justru berisiko memperbesar defisit APBN dan menambah utang negara.

Dalam wawancara di kediamannya, Jakarta Selatan, Minggu (5/4/2026), JK menegaskan bahwa pilihan mempertahankan harga murah di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat perang Iran dengan Amerika Serikat (AS)-Israel bisa berakibat fatal bagi keuangan negara.

“Kita minta agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi. Karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga,” ujar JK.

Baca juga: Lowongan Kerja BRI, 2 Posisi Terbuka bagi Lulusan D3 hingga S1

Ia menekankan, banyak negara lain sudah melakukan penghematan untuk mengantisipasi krisis energi domestik.

ANTREAN BBM -- Potret antrean pengendara di SPBU Nani Wartabone Kota Gorontalo, Rabu (1/4/2026). (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)
ANTREAN BBM -- Potret antrean pengendara di SPBU Nani Wartabone Kota Gorontalo, Rabu (1/4/2026). (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga) (TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Indonesia, kata JK, tidak bisa terus bertahan dengan subsidi besar ketika harga minyak global melonjak akibat konflik Timur Tengah.

JK menilai, jika pemerintah tetap menahan harga BBM, utang akan semakin menumpuk dan dampaknya akan dirasakan seluruh masyarakat dalam jangka panjang.

Ia mengingatkan bahwa beban utang jauh lebih berbahaya dibandingkan gejolak sesaat akibat kenaikan harga.

Meski begitu, JK tidak menutup mata bahwa penyesuaian harga BBM bisa memicu protes di awal.

Baca juga: Mobil Kampas dan Pribadi di Gorontalo Baku Tabrak di Jl GORR, Keduanya Rusak Parah

Namun, menurutnya, hal itu bisa diatasi dengan komunikasi yang jelas kepada publik.

“Pengalaman saya 20 tahun, kalau dijelaskan kepada rakyat dengan baik, rakyat akan menerima. 2005, 2014, tidak ada demo karena kita jelaskan dengan baik. Apalagi ini masalah eksternal, artinya terpaksa karena dari luar,” jelasnya.

JK bahkan mencontohkan bahwa kenaikan harga BBM dapat mendorong masyarakat lebih efisien dalam penggunaan energi, sehingga tujuan penghematan pemerintah bisa tercapai.

Harga BBM April 2026

Masyarakat Gorontalo akhirnya mendapat kepastian terkait harga bahan bakar minyak (BBM) memasuki awal April 2026.

Di tengah isu kenaikan yang sempat beredar, pemerintah memastikan tidak ada perubahan harga di seluruh SPBU per 1 April 2026.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved