Selasa, 7 April 2026

Harga BBM

Jusuf Kalla Usulkan Harga BBM Naik, Sebut Subsidi Hanya Menambah Utang Negara

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), mengingatkan pemerintah agar tidak terus menekan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan subsidi.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Jusuf Kalla Usulkan Harga BBM Naik, Sebut Subsidi Hanya Menambah Utang Negara
Tribunnews.com
Jusuf Kalla ingatkan utang Indonesia Terancam Membengkak Jika BBM Tak Naik. 

Keputusan ini menjadi kabar penting bagi warga yang bergantung pada stabilitas harga BBM untuk aktivitas harian, mulai dari transportasi hingga distribusi barang.

Berdasarkan rilis resmi dari Pertamina Patra Niaga, seluruh jenis BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, tetap dijual dengan harga sebelumnya.

Untuk kategori subsidi, Pertalite masih berada di angka Rp 10.000 per liter, sementara Solar tetap dijual Rp 6.800 per liter.

Baca juga: Demi Bangkitkan Pulo Cinta Gorontalo, Wabup Boalemo Lahmuddin Hambali Turun Langsung Cari Investor

Tidak ada penyesuaian yang dilakukan terhadap dua jenis BBM yang paling banyak digunakan masyarakat ini.

Sementara itu, BBM non-subsidi seperti Pertamax juga tidak mengalami perubahan. Secara nasional, harga Pertamax berada di kisaran Rp 11.550 hingga Rp 12.900 per liter, tergantung wilayah.

Di Pulau Jawa, harga ditetapkan Rp 12.300 per liter, sedangkan wilayah Free Trade Zone seperti Sabang mencatat harga terendah.

Khusus di Gorontalo, harga BBM non-subsidi juga tetap stabil.

Pertamax dijual Rp 12.600 per liter, Pertamax Turbo Rp 13.350, Dexlite Rp 14.500, dan Pertamina Dex Rp 14.800 per liter. 

Angka ini menunjukkan tidak adanya perubahan harga dibanding periode sebelumnya.

Kebijakan mempertahankan harga ini sejalan dengan keputusan pemerintah pusat yang memilih tidak menaikkan BBM meski sempat muncul wacana penyesuaian.

Langkah ini diambil setelah adanya koordinasi antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan PT Pertamina (Persero), mengacu pada arahan Presiden.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana perubahan harga BBM.

“Oleh karena itu, Pertamina menyatakan bahwa belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Dengan keputusan ini, masyarakat Gorontalo dapat tetap menjalankan aktivitas tanpa terbebani kenaikan harga BBM di awal bulan, sekaligus memberikan kepastian di tengah dinamika isu energi nasional.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved