Konflik Rusia Vs Ukraina
Presiden Zelensky Takkan Pergi dari Kiev meski Pasukan Rusia Masuk Ibu Kota Ukraina
Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO belum banyak berbuat untuk melindungi rakyat Ukraina dari agresi militer Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/250222-Volodymyr-Zelensky.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Kiev - Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO belum banyak berbuat untuk melindungi rakyat Ukraina dari agresi militer Rusia. Barat hanya sebantas sanksi ekonomi, belum lebih dari itu.
Presiden Ukraina mengatakan pada Jumat (25/2/2022), bahwa negaranya dibiarkan sendiri untuk memerangi Rusia setelah Kremlin melancarkan invasi besar-besaran yang menewaskan 130 orang Ukraina lebih pada hari pertama.
"Kami ditinggalkan sendirian untuk membela negara kami," kata Volodymyr Zelensky dalam pidato yang direkam dalam video untuk warga negaranya setelah tengah malam.
"Siapa yang siap bertarung bersama kami? Saya tidak melihat siapa pun. Siapa yang siap memberi Ukraina jaminan keanggotaan NATO? Semua orang takut," tambahnya, dikutip dari AFP, Jumat.
Zelensky mengatakan bahwa 137 warga Ukraina, baik personel militer maupun warga sipil, telah tewas sejak awal serangan Kamis pagi.
Baca juga: Respons Invasi ke Ukraina, Uni Eropa-AS Hentikan Akses Bank Rusia ke Pasar Keuangan
Sementara, 316 orang Ukraina lainnya terluka. Zelensky juga mengatakan bahwa "kelompok sabotase" Rusia telah memasuki ibu kota Kiev, dan mendesak warga kota untuk tetap waspada dan mematuhi jam malam.
Presiden menambahkan bahwa dia dan keluarganya tetap di Ukraina, meskipun Rusia mengidentifikasi dia sebagai "target nomor satu". "Mereka ingin menghancurkan Ukraina secara politik dengan menjatuhkan kepala negara," kata Zelensky. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Presiden Zelensky Merasa Ukraina Dibiarkan Sendiri untuk Melawan Rusia"