Hikmah Ramadan 2026
Hikmah Ramadan: Kekuatan Ikhlas oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar
Orang ikhlas lebih hebat dari gunung, besi, api, air, dan angin. Keikhlasan adalah prestasi spiritual tertinggi yang membawa keajaiban hidup
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Menteri-Agama-Nasaruddin-Umar-dalam-artikel-hikmah-Ramadan.jpg)
Keikhlasan itu terbagi dua. Ada keikhlasan yang diupayakan oleh orang, dengan kata lain masih belum menjadikannya sebagai kebiasaan, orangnya disebut mukhlish.
Ada juga keikhlasan yang sudah menjadi habit dan kebiasaan seseorang, maka orang ini disebut mukhlash jamaknya mukhlashun.
Mukhlish masih terpengaruh oleh faktor eksternal dan sewaktu-waktu masih bisa kemasukan unsur riya’, terutama pada saat seseorang menikmati banjir pujian terhadap prestasinya.
Orang ini juga masih suka menyebut kebaikan dan prestasinya walaupun dengan niat untuk mendidik. Namun yang kedua, tidak bergeming sedikitpun dengan faktor dari luar.
Bukan dia yang berusaha untuk ikhlas tetapi Tuhan yang proaktif untuk mengikhlaskannya.
Kalau dipuji dia bersedih dan dalam hati mengatakan ampuni mereka ya Allah karena bukan aku yang pantas untuk dipuji karena semuanya ini karena Engkau dan hanya Engkaulah satu-satunya yang pantas untuk menerima pujian.
Baca juga: Hikmah Ramadan: Kekuatan Basmalah Oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar
Begitu hebatnya orang-orang yang mencapai derajat mukhlashun Iblispun angkat tangan, tidak sanggup untuk menggoda mereka, seperti firman Allah SWT:
Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang ikhlas (al-mukhlasun) di antara mereka". (Q.S. al-Hijr/15:39-40)
Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tiada melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih (al-mukhlashun). (Q.S. Yusuf/12:24).
Baca juga: Hikmah Ramadan: Keutamaan Shalawat
Orang yang sudah sampai di tingkat mukhlashin berarti sudah memiliki kemungkinan untuk muncul keajaiban di dalam dirinya, sebab tidak mungkin orang itu sampai ke tingkat mukhlashin tanpa kedekatan diri dengan Tuhannya.
Hati-hatilah terhadap orang seperti ini karena kalau tersinggung Tuhannya akan tersinggung.
Ikhlas merupakan perestasi spiritualpaling tinggi di mata Allah SWT. Karena itu, di mana ada keikhlasan maka di situ ada keajaiban.
Jika ingin merasakan keajaiban dalam hidupnya teruslah ikhlas melaksanakan berbagai aktifitas kehidupannya. (*)