Hikmah Ramadan 2026
Hikmah Ramadan: Mukasyafah Oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar
Mukasyafah menjadi bonus spiritual bagi hamba yang mendekat kepada Allah dengan ketaatan dan keikhlasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nasaruddin-Umar-asgdga.jpg)
Para wali yang rata-rata sudah mencapai tingkat mukasyafah bisa melakukan sesuatu yang bersifat ajaib atas izin kekasihnya, yaitu Allah SWT.
Namun perlu dibedakan antara karamah, mu’jizah, dan sikhr:
Baca juga: Hikmah Ramadan: Menjemput Lailatul Qadr
Karamah: Perbuatan luar biasa diberikan Tuhan kepada para wali atau hamba tertentu yang dipilih-Nya.
Mu’jizah: Perbuatan luar biasa khusus diberikan kepada para nabi dan rasul.
Sikhr: Perbuatan luar biasa diberikan kepada manusia biasa yang telah mempelajari ilmunya.
Sikhr biasanya tidak mensyaratkan adanya mukasyafah, sedangkan mu’jizah dan karamah mengharuskan adanya mukasyafah.
Para wali tujuannya bukan untuk mendapatkan perbuatan luar biasa; bahkan mereka mengelak untuk memanfaatkan keluar biasaan itu.
Baca juga: Hikmah Ramadan: Menggapai Spirit Zakat
Mereka khawatir jangan sampai karamah itu menjadi hijab baru baginya.
Kita perlu dekat dengan orang yang mencapai mukasyafah karena mereka kekasih Tuhan.
Jika dihubungkan dengan filsafat, maka di situ kita akan mengenal adanya asumsi manusia sebagai homo sapiens atau al-hayawan al-nathiq (spesies yang berpikir), ternyata asumsi ini dianggap keliru.
Visi baru para ilmuwan menemukan bukti porsi intelektualitas manusia hanya merupakan bagian terkecil dari totalitas kecerdasan manusia.
Kalangan ilmuwan menemukan tiga bentuk kecerdasan dalam diri manusia:
IQ (Kecerdasan Intelektual): Kecerdasan yang diperoleh melalui kreativitas akal yang berpusat di otak.
EQ (Kecerdasan Emosional): Kecerdasan yang diperoleh melalui kreativitas emosional yang berpusat di dalam jiwa.
SQ (Kecerdasan Spiritual): Kecerdasan yang diperoleh melalui kreativitas rohani yang mengambil lokus di sekitar wilayah roh.