Hikmah Ramadan 2026
Hikmah Ramadan: Menggapai Spirit Zakat
Zakat, terutama zakat fitrah, menjadi salah satu keutamaan Ramadan. Kewajiban ini tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menyucikan jiwa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nasaruddin-Umar-dhvgsdv.jpg)
Oleh Menteri Agama Prof Dr H Nasaruddin Umar, MA
TRIBUNGORONTALO.COM -- Salah satu keutamaan bulan Ramadan di dalamnya disyariatkan zakat, terutama zakat fitrah.
Zakat fitrah diwajibkan kepada semua orang, termasuk bayi yang baru lahir sebelum dibaca khutbah Idul Fitri 1 Syawal.
Zakat secara litral berarti membersihkan, mensucikan.
Secara popular diartikan sebagai bagian dari harta yang wajib dikeluarkan untuk diadreskan kepada golongan-golongan (ashnaf) tertentu, seperti fakir miskin, yatim piatu, keperluan di jalan Allah, orang terlilit utang, muallaf, dan pemerdekaan budak.
Baca juga: Hikmah Ramadan: Kembali ke Fitrah Oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar
Zakat bagian dari lima Rukun Islam selain ikrar syahadat, shalat, puasa, dan haji.
Spirit zakat ialah semangat untuk berebagi kepada mereka yang berhak (mustahiq).
Secara ril zakat mengurangi harta kita tetapi secara spiritual justru menjadikan keseluruhan milik dan proverti kita menjadi milik utama.
Sepanjang harta dan proverti yang kita miliki belum dibayarkan zakatnya dengan benar maka sepanjang itu kita mengadupsi milik orang lain menumpang di dalam harta kita dan itu berpotensi menimbulkan masalah dunia-akhirat.
Baca juga: Hikmah Ramadan: Silaturahim oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar
Karena itu, zakat harus dipandang sebagai kewajiban rutin kita, seperti halnya shalat dan puasa.
Zakat tidak diragukan lagi akan mendatangkan keuntungan dan kejutan luar biasa bagi yang bersangkutan.
Tidak ada orang yang jatuh miskin karena bayar zakat.
Jangankan zakat yang merupakan kewajiban, shadaqah, infaq, jariyah, waqaf, hibah, dan berbagai jenis pengeluaran lainnya, akan mendatangkan keajaiban luar biasa.
Baca juga: Hikmah Ramadan: I’tikaf oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar
Allah menjanjikan orang yang rajin mengeluarkan infaq, shadaqah, waqaf, jariyah, dan zakat sebagai orang yang beruntung (al-faizun/al-muflihun).