Hikmah Ramadan 2026
Hikmah Ramadan: Kekuatan Salat Lail Ramadan
Salat tahajjud menyimpan kekuatan spiritual luar biasa. Di keheningan malam, kedekatan hamba dengan Tuhan terasa lebih dalam dan penuh makna.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Menteri-Agama-RI-Nasaruddin-Umar-melakukan-sesi-wawancara.jpg)
Oleh Menteri Agama Prof Dr H Nasaruddin Umar, MA
TRIBUNGORONTALO.COM — Salah satu kekuatan Ramadan ialah keuatan salat lail atau biasa disebut salat tahajjud.
Kekuatan salat lail itu luar biasa. Salat lail adalah salat yang dilakukan lewat tengah malam.
Salat tahajjud tidak perlu diragukan kemuliaannya. Nabi pernah bersabda, seandainya aku tidak khawatir itu diwajibkan oleh Allah SWT di kemudian hari maka aku akan menganjurkan umatku untuk selalu shalat taajjud.
Jangankan salat tahajjud, salat-salat lain yang dilakukan di malam hari itu juga amat penting artinya.
Baca juga: Hikmah Ramadan: Keutamaan Shalawat
Malam hari adalah waktu paling baik untuk melaksanakan salat, karena sepertinya jarak antara Tuhan dengan hamba tersa lebih dekat di malam hari.
Mungkin itulah sebabnya mengapa umumnya salat disyariatkan di malam hari, seperti salat magrib, Isya, tarwih, lail, tahajjud, witir, fajr, dan subuh.
Di siang hari hanya ada salat dhuhur dan ashar dan di pagi hari ada dhuha.
Di dalam Alquran Allah menjanjikan suatu tempat khusus yang amat terpuji bagi para hamba yang rajin tahajjud. “Dan pada sebagian malam lakukanlah salat tahajjud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Allah Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji”. (Q.S. al-Isra’/17:79).
Baca juga: Hikmah Ramadan: Menjemput Lailatul Qadr
Imam Syafi’ yang terkenal dengan shalat malamnya pernah memberikan salahsatu kiat mencapai keberhasilannya ialah dengan banyak begadang melakukan ibadah dan mujahadah di malam hari.
Ia pernah membuat suatu pernyataan yang diabadikan di dalam kitab al-Mahfudhat, yaitu: Man thalabal ula syahiral layali (Barangsiapa yang menuntut ketinggian martabat di sisih Tuhan hendaklah banyak berjaga di malam hari).
Imam Syafi’ terkenal dengan shalat tahajjudnya.
Ia memperoleh banyak inspirasi cerdas di malam hari.
Pengarang buku-buku yang berjilid-jilid ini menyelesaikan banyak bukunya di malam hari.
Baca juga: Hikmah Ramadan: Sahabat Spiritual al-Shuhbah Oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar
Para shufi banyak sekali mengaku banyak sekali memberikan pengakuan kalau dirinya memperoleh prestasi spiritual di malam hari.