Kamis, 12 Maret 2026

Hikmah Ramadan 2026

Hikmah Ramadan: Sahabat Spiritual al-Shuhbah Oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar

Sahabat spiritual (al-shuhbah) memiliki peran penting dalam kehidupan seorang Muslim, karena mampu menumbuhkan cinta kepada Tuhan.

Tayang:
Editor: Tita Rumondor
zoom-inlihat foto Hikmah Ramadan: Sahabat Spiritual al-Shuhbah Oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar
TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
HIKMAH RAMADAN 2026 - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar melakukan sesi wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Sutdio Tribun Network, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2025). Sahabat spiritual (al-shuhbah) memiliki peran penting dalam kehidupan seorang Muslim, karena mampu menumbuhkan cinta kepada Tuhan, memberi energi batin, serta membimbing menuju jalan kebaikan. 

Oleh Menteri Agama  Prof Dr H Nasaruddin Umar, MA


TRIBUNGORONTALO.COM — Di dalam tradisi sufistik dikenal ada yang disebut dengan istilah al-shuhbah, yaitu sahabat yang muncul karena solidaritas spiritual.

Mungkin begitu lama menjalin hubungan spiritual antara satu sama lain sehingga muncul persahabatan intensif dirasakan sebagai seperti saudara.

Persahabatan spiritual ini mempunyai nilai yang tinggi di dalam Islam.

Baca juga: Hikmah Ramadan: Menggapai Spirit Zakat

Di dalam salah satu hadis pernah disebutkan salah seorang yang akan menjadi penghuni satu di antara tujuh naungan VVIP di bawah naungan ‘Arasy ialah orang-orang yang menjalin persahabatan mendalam secara spiritual.

Sahabat spiritual (al-shuhbah) sangat dibutuhkan oleh setiap orang.

Orang yang tidak memiliki sahabat spiritual dikhawatirkan hidupnya akan menjadi kering, gersang, dan menghabiskan umurnya tanpa mencapai apa yang diharapkan. 

Sahabat spiritual dirasakan keberadaannya di dalam hati. Mereka mungkin agak berbeda dengan sahabat-sahabat pragmatis kita di lingkungan kerja dan paguyuban lainnya.

Baca juga: Hikmah Ramadan: Kembali ke Fitrah Oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar

Sahabat spiritual tidak mesti dengan orang yang luar biasa, yang seolah mampu menebak rahasia masa lalu dan masa depan kita, tetapi orang-orang biasa yang petunjuknya senantiasa mengalir di dalam diri kita.

Mereka bukan orang yang membukakan pintu tetapi menghilangkan tabir antara diri kita dan dirinya.

Mereka bukan orang yang menuntun kita dengan ucapan tetapi mengalirkan vibrasi dan energi spiritual.

Mereka mengeluarkan kita dari hawa nafsu dan memasukkan ke hadirat Allah SWT.

Mereka selalu membersihkan cermin batin kita sehingga tampak jelas cahaya Tuhan. 

Baca juga: Hikmah Ramadan: Silaturahim oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar

Mereka membangkitkan harapan dan optimisme sehingga kita tidak putus asa dengan kasih Tuhan.

Mereka selalu berjalan menemani kita sehingga kita sampai kepada-Nya.

Sebaik-baik sahabat spiritual ialah mereka yang mampu menanam dan menumbuh suburkan rasa cinta kita kepada Tuhan.

Kita tidak boleh menilai penampilan fisik sahabat spiritual.

Sahabat spiritual adalah utusan Tuhan untuk menyadarkan diri kita yang mengarah ke jalan yang sesat.

Baca juga: Hikmah Ramadan: I’tikaf oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar

Sesungguhnya panggilan Tuhan untuk kita muncul melalui mulut sahabat spiritual kita.

Sahabat spiritual selalu mendampingi kita, baik ketika kita jatuh ke lembah kehinaan dosa maupun ketika kita di puncak maqam spiritual.

Jika Tuhan mencintai seseorang maka Ia akan memperkenalkan kita dengan seorang sahabat spiritual.

Nasehat tokoh-tokoh spiritual: “Jika kalian berjumpa dengan sahabat spiritual yang cocok denganmu maka bergurulah dan hormatilah”.

Sahabat spiritual memiliki makna yang amat penting di dalam kehidupan kita.

Baca juga: Hikmah Ramadan: I’tikaf oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar

Sahabat spiritual tidak mesti harus dengan wujud visual manusia di hadapan kita dan bergaul menemani kita sehari semalam.

Sahabat spiritual bisa juga dalam bentuk simbol spiritual, misalnya karya-karya agung seorang ulama besar yang memberikan inspirasi cerdas buat kita.

Beliau mungkin sudah wafat namun masih bisa memberikan energi positif melalui power yang tergores di dalam karya-karyanya.

Ini bukan mistik tetapi kekuatan batin yang muncul di dalam karya itu memberikan sentuhan rasa yang amat mendalam di dalam diri kita. 

Kalangan wali arifin yang mencapai maqam tertentu bisa memperoleh energi positif dari para arwah dari para auliya sebelumnya.

Ini kita bisa lihat di dalam kitab Jami’ Karamat al-Auliya’, karya besar Yusuf ibn Ismail al-Nabhani. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 12 Maret 2026 (22 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:07
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved