Hikmah Ramadan 2026
Hikmah Ramadan: Silaturahim oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar
Puasa tak hanya menahan lapar, tetapi juga menguatkan silaturrahim yang diyakini memperpanjang umur dan rezeki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nasaruddin-Umar-hfdgvh.jpg)
Nabi Sulaiman bersahabat dengan binatang, burung, dan ikan liar.
Ia juga bersahabat dengan angina, jin, dan malaikat. Mereka semua membantu menyelesaikan problem dan tantangan yang dihadapinya.
Sufi perempuan Rabi’ah al-‘Adawiyah jega bersahabat dengan binatang buas dan burung liar, seperti halnya bisa kita saksikan kekhususan yang dimiliki oleh para pawing binatang buas.
Imam al-Agazali, Ibnu ‘Arabi di antara gurunya adalah roh nabi dan para auliya yang wafat jauh sebelum masa hidupnya.
Baca juga: Hikmah Ramadan: Menggapai Pribadi Qana’ah
Nabi Muhammad memberi nama terhadap binatang peralatan sehari-harinya, seperti unta, kuda, cangkir, dan sisir.
Ia juga mengajari kita memberi salam kepada rumah kosong dan kuburan.
Halal bi halal adalah local product silaturrahim Indonesia yang kini mulai memasyarakat di Malaisia, Brunei, dan Singapura.
Silaturrahim memberikan energy spiritual untuk lebih eksis dalam menjalani kehidupan.
Banyak sekali ayat dan hadis menganjurkan perlunya silaturrahim.
Antara lain, kata Rasulullah, silaturrahim memperpanjang umur dan hadis lainnya dikatakan silaturrahim memperbanyak rezki.
Halal bi halal sesungguhnya momentum untuk mempererat hubungan kita antara satu sama lain, terutama dalam era modern Indonesia yang banyak disibukkan dengan pemilukada.
Keretakan psikologis sebagai dampak pemilu kada dapat segera diperbaiki melalui silaturrahim atau halal bi halal.
Kita harus berani meminta maaf dan memaafkan orang lain yang pernah bermasalah dengan kita.
Baca juga: Hikmah Ramadan : Belajar dari Sifat-sifat Tuhan
Semakin berat silaturrahim itu dilakukan semakin besar pula pahala yang diperoleh.
Kita sering kali mendengarkan ucapan: “Saya sudah memaafkan tetapi saya belum bisa melupakan”.