Hikmah Ramadan 2026
Hikmah Ramadan: Kedermawanan atau Futuwwah oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar
Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan futuwwah sebagai nilai kedermawanan dan kepedulian sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Menteri-Agama-Nasaruddin-Umar-9900.jpg)
Oleh Menteri Agama Prof Dr H Nasaruddin Umar, MA
TRIBUNGORONTALO.COM -- Salah satu target kita di dalam menjalankan amaliah Ramadan ialah tertanamnya rasa keinginan terus menerus untuk mencintai dan sekaligus mmeraktekkan sikap kedermawanan (futuwwah).
Secara literal futuwwah berarti dermawan, mirip dengan kemurahan hati.
Futuwwah juga berarti mensucikan, bermurah hati, dan memenuhi janji.
Baca juga: Hikmah Ramadan: I’tikaf oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar
Ada juga yang mengatakan, futuwwah berarti engkau tidak melakukan sesuatu karena adanya kehormatan dan kedudukannya.
Futuwwah juga berarti engkau melakukan sesuatu yang baik beserta ahlinya dan yang bukan ahlinya.
Jika dia bukan ahlinya, maka jadilah engkau ahlinya.
Di kalangan ulama juga ada yang mengartikan futuwwah sebagai seorang hamba yang selalu peduli terhadap urusan orang lain.
Inilah yang diisyaratkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. “Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong terhadap sesama saudaranya.”
Baca juga: Hikmah Ramadan: Menangis
Dari segi ini futuwwah bisa juga berarti memaafkan kesalahan saudaranya dan menutupi segala aibnya.
Inilah derajat futuwwah yang paling rendah.
Futuwwah juga bisa berati engkau menganggap dirimu tidak lebih utama dari pada orang lain dan dengan demikian futuwwah juga berarti engkau melayani dan tidak dilayani.
Secara sederhana futuwwah juga bisa berarti berakhlak baik.
Futuwwah mengutamakan sesama makhluk, tidak hanya terbatas pada manusia tetapi juga makhluk lain termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan, bahkan benda mati, karena bagi mereka dalam kamus Tuhan tidak ada benda mati, semua beribadah dan bertasbih kepada Tuhan.
Baca juga: Hikmah Ramadan: Berlatih Untuk Diam