Selasa, 10 Maret 2026

Hikmah Ramadan 2026

Hikmah Ramadan: Kedermawanan atau Futuwwah oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar

Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan futuwwah sebagai nilai kedermawanan dan kepedulian sosial.

Tayang:
Editor: Tita Rumondor
zoom-inlihat foto Hikmah Ramadan: Kedermawanan atau Futuwwah oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar
Tribunnews
HIKMAH RAMADAN - Menteri Agama Nasaruddin Umar - Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan futuwwah sebagai nilai kedermawanan dan kepedulian sosial. 

Oleh Menteri Agama  Prof Dr H Nasaruddin Umar, MA

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Salah satu target kita di dalam menjalankan amaliah Ramadan ialah tertanamnya rasa keinginan terus menerus untuk mencintai dan sekaligus mmeraktekkan sikap kedermawanan (futuwwah).

Secara literal futuwwah berarti dermawan, mirip dengan kemurahan hati.

Futuwwah juga berarti mensucikan, bermurah hati, dan memenuhi janji.

Baca juga: Hikmah Ramadan: I’tikaf oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar

Ada juga yang mengatakan, futuwwah berarti engkau tidak melakukan sesuatu karena adanya kehormatan dan kedudukannya.

Futuwwah juga berarti engkau melakukan sesuatu yang baik beserta ahlinya dan yang bukan ahlinya.

Jika dia bukan ahlinya, maka jadilah engkau ahlinya.

Di kalangan ulama juga ada yang mengartikan futuwwah sebagai seorang hamba yang selalu peduli terhadap urusan orang lain.

Inilah yang diisyaratkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. “Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong terhadap sesama saudaranya.”

Baca juga: Hikmah Ramadan: Menangis

Dari segi ini futuwwah bisa juga berarti memaafkan kesalahan saudaranya dan menutupi segala aibnya.

Inilah derajat futuwwah yang paling rendah. 

Futuwwah juga bisa berati engkau menganggap dirimu tidak lebih utama dari pada orang lain dan dengan demikian futuwwah juga berarti engkau melayani dan tidak dilayani.

Secara sederhana futuwwah juga bisa berarti berakhlak baik.

Futuwwah mengutamakan sesama makhluk, tidak hanya terbatas pada manusia tetapi juga makhluk lain termasuk hewan dan tumbuh-tumbuhan, bahkan benda mati, karena bagi mereka dalam kamus Tuhan tidak ada benda mati, semua beribadah dan bertasbih kepada Tuhan.

Baca juga: Hikmah Ramadan: Berlatih Untuk Diam

Para dermawan dalam kategori ini menganggap harta yang diberikan untuk kepentingan orang lain yang lebih butuh atau untuk kepentingan akhirat, lebih besar maknanya ketimbang harta yang disimpan untuk kepentingan diri sendiri dan keluarga.

Al-Junaid mengatakan, futuwwah adalah menahan diri dari segala yang menyakiti orang lain dan memberi makanan kepada orang lain.

Ada juga yang mengatakan futuwwah adalah mengikuti sunnah.

Ada juga yang mengatakan, futuwwah adalah menampakkan kenikmatan dan menyembunyikan cobaan.

Ahamd bin Hambal mengatakan, futuwwah meninggalkan apa yang engkau inginkan demi yang engkau takuti.

Futuwwah adalah seorang pemuda yang punya musuh sebagai akibat tangguhnya kepada sebuah prinsip.

Baca juga: Hikmah Ramadan : Kekuatan Imajinasi Spiritual

Ada juga yang mengatakan, futuwwah adalah seorang pemuda yang menghancurkan berhala besar, yaitu nafsunya sendiri.

Hal ini diambil dari firman Allah dalam Alquran: Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim. (QS. Al-Anbiya’/21: 60).

Ada yang mengatakan, sumber futuwwah adalah keimanan.

Oleh karena itu, Allah menamai Ashab al-Kahf dengan “fityah” ketika mereka beriman kepada Tuhan mereka.

Baca juga: Hikmah Ramadan : Penanganan Ujaran Kebencian Atau Hate Speech

Hal ini ditegaskan dalam al-Qur’an: Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk. (Q.S. Al-Kahf/18:13).

Ada juga yang mengatakan, sesungguhnya mereka dinamakan “fityah”, karena mereka beriman kepada Allah tanpa perantara.

Al-Junaid mengatakan, futuwwah dapat ditemukan di Syam, kefasihan bahasa di Irak, dan kejujuran di Khurasan.

Kemudian, ketahuilah bahwa kebebasan itu lebih mulia dari pada kejujuran, dan futuwwah lebih utama lagi dari pada keduanya (kebebasan dan kejujuran).

Baca juga: Hikmah Ramadan: Berlatih Untuk Diam

Dan muru’ah merupakan bagian dari futuwwah.

Kedermawanan manifestasi dari iman.

Kedermawanan juga merupakan bagian dari kepribadian bangsa dengan berbagai bentuk aktualisasinya, seperti gotong royong, kesalehan sosial, silaturrahim, bakti sosial, saweran, amal jariyah, dan lain-lain.

Kedermawanan sosial salah satu inti ajaran agama Islam, dan di dalam Alquran muncul sebuah surah khusus, yaitu surah Al-Ma'un.

Kedermawanan inilah yang menjadi melting pot antara kesalehan individu dan kesalehan social dan orang inilah yang disebut sebagai mushlih di dalam Alquran. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 10 Maret 2026 (20 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:09
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved