Minggu, 8 Maret 2026

Hikmah Ramadan 2026

Hikmah Ramadan: I’tikaf oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar

I’tikaf di masjid pada Ramadan menjadi momen muhasabah, dzikir, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Tayang:
Editor: Tita Rumondor
zoom-inlihat foto Hikmah Ramadan: I’tikaf oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar
nasaruddinumar.id
HIKMAH RAMADAN 2026 - Nasaruddin Umar saat menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal. Hikmah Ramadan Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA 

I’tikaf orang khawas lebih dari sekadar itu; bukan mengejar target-target kuantitas misalnya banyaknya rakaat shalat yang harus dilakukan, banyaknya juz Al-Qur’an yang dibaca, dan hebatnya penceramah yang ia dengar.

Yang penting bagi khawashul mu’takifin ialah kualitas mujahadah yang dapat diraih.

Kalau perlu yang bersangkutan menembus tingkatan mukasyafah yaitu membuka hijab atau tabir yang selama ini menghalangi.

I’tikaf bisa mengantarkan seseorang kepada tingkat kesadaran yang lebih tinggi sehingga kemabruran Ramadhan terpancar selalu di wajah orang ini seusai Ramadan.

I’tikaf betul-betul menjadi momentum untuk menggunting dosa-dosa langganannya sehingga ia tampil beda seusai kembali ke hari Idul Fitri.

Beruntunglah orang-orang yang berhasil meraih prestasi i’tikaf sejati seperti ini.

Kita berharap dan sekaligus bermohon agar i’tikaf kita kali ini lebih intensif dan efektif.

Baca juga: Hikmah Ramadan : Sahabat Spiritual atau Shuhbah

Kualitas i’tikaf dapat diukur seberapa tenang dan pasrah pikiran dan hati di dalam menjalankannya.

Terkadang tidak terasa kita berada pada ujung malam tanpa sedikit pun merasakan rasa ngantuk dan kelelahan.

I’tikaf dirasakan sebagai sesuatu yang sangat menyenangkan dan sama sekali tidak dirasakan lagi sebagai suatu beban.

Berbagai ibadah yang dilakukan di dalamnya menyenangkan, seperti tadarrus Alquran dan berbagai shalat sunnah.

Baca juga: Hikmah Ramadan : Penanganan Ujaran Kebencian Atau Hate Speech

Jiwa lembut, hati putih, pikiran lurus, dan akhlak karimah betul-betul terasa di dalam diri yang bersangkutan. 

Semoga kita bisa meraih indahnya i’tikaf.

Di dalam masyarakat modern, terutama yang tinggal di perkotaan, sudah selayaknya memprogram diri untuk mengikuti i’tikaf, baik i’tikaf mandiri secara perorangan maupun berjamaah.

Ini penting untuk memberikan ruang istirahat kepada rohani atau batin seseorang guna meraih kesegaran kembali setelah dilelahkan oleh berbagai urusan dunia. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 08 Maret 2026 (18 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:11
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved