Hikmah Ramadan 2026
Hikmah Ramadan: Menangis
Menangis dalam Islam tak selalu lemah. Air mata tobat dan rindu kepada Allah justru bisa menjadi jalan menuju surga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nasaruddin-Umar-jfhvjfcv.jpg)
Kedua jenis air mata emas ini hanya bisa dialami oleh orang-orang yang mendapatkan anugerah dan hidayah dari Allah SWT.
Baca juga: Hikmah Ramadan : Penanganan Ujaran Kebencian Atau Hate Speech
Kita berharap dalam bulan Ramadan ini kita bisa mengoleksi kedua jenis air mata itu sebanyak-banyaknya.
Mestinya di bulan Ramadan ini kita lebih banyak menangis ketimbang ketawa, sekalipun penuh dengan lawak dan banyolan yang disuguhkan oleh media-media TV.
Jika air mata selalu kering di atas tumpukan dosa dan maksiat dan jika air mata kerinduan terhadap Tuhan tidak pernah lagi terurai, maka perlu kita melakukan introspeksi.
Apakah kita termasuk orang yang dilukiskan Tuhan sebagai ”di dalam hatinya ada penyakit” (fi qulubihim maradh) atau sudah sampai kepada ’’Allah sudah menutup mati pintu hatinya” (khatamallah ’ala qulubihim). Mari kita memeriksa mata kita, apakah sudah bersahabat dengan syurga atau bersahabat dengan neraka? (*)