Ramadan 2026
Cara Mengatasi Bau Mulut saat Berpuasa, Tips Dokter Zaidul Akbar
Menjaga napas tetap segar merupakan tantangan tersendiri bagi umat Muslim selama menjalankan ibadah puasa
Beliau menyarankan untuk secara rutin mengonsumsi dua jenis bahan pangan utama, yaitu sayur-sayuran hijau dan buah-buahan segar.
Sayuran dan buah-buahan mengandung serat yang tinggi yang berfungsi sebagai "sapu" untuk membersihkan sistem pencernaan kita.
Selain serat, bahan-bahan alami ini kaya akan antioksidan dan senyawa yang mampu menyeimbangkan kembali jumlah bakteri baik di usus.
Ketika populasi bakteri baik di usus terjaga, gas yang dihasilkan oleh pencernaan tidak akan lagi beraroma busuk atau tajam.
Efeknya, aroma yang keluar dari rongga mulut pun akan menjadi jauh lebih netral dan tidak menyengat meski sedang berpuasa.
Dr. Zaidul memberikan tips praktis mengenai durasi untuk melihat hasil dari perubahan pola makan yang sehat ini.
"Coba deh dalam satu minggu di tiga hari saja, porsi makan Anda lebih banyak makan sayur dan buah," saran dr. Zaidul kepada para pengikutnya.
Jika konsisten dilakukan minimal tiga hari dalam seminggu, dr Zaidul menjamin bau badan dan bau mulut akan mulai hilang perlahan.
Metode ini sangat cocok diterapkan selama bulan Ramadhan, di mana kita bisa mengatur komposisi piring saat makan sahur dan berbuka.
Dengan memperbanyak sayur saat sahur, tubuh tidak hanya mendapatkan hidrasi ekstra, tetapi juga menjaga pencernaan tetap "bersih" sepanjang hari.
Artikel ini dioptimasi dari Kompas.com dan Serambinews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Seorang-pria-menutup-hidung.jpg)