Ramadan 2026
3 Hari Lagi Ramadan, Ini Niat Qadha Puasa dan Panduan Lengkap Tuntaskan Utang Kewajiban
Suasana menyambut bulan suci kian terasa kental di tengah masyarakat seiring dengan makin dekatnya waktu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/NIAT-PUASA-QADHA-1-2.jpg)
Lafal niat ini sangat penting karena membedakan status puasa yang kita jalankan dengan puasa sunnah lainnya.
Adapun lafal niat qadha puasa Ramadan adalah sebagai berikut, merujuk pada ketentuan syariat yang umum digunakan.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah swt.”
Ustadzah Suci Amalia menjelaskan bahwa ada perbedaan mendasar antara niat puasa saat Ramadan dan niat qadha.
Perbedaan utama terletak pada penggunaan kata qadhā dan adā dalam susunan kalimat niat tersebut.
Penyebutan adā digunakan untuk puasa yang dikerjakan tepat pada waktunya, yakni di bulan Ramadan.
Sementara itu, kata qadhā merujuk pada puasa yang dikerjakan di luar waktu asli untuk mengganti kewajiban yang terlewat.
Hal ini bertujuan agar seorang hamba memiliki kesadaran penuh akan jenis ibadah yang sedang ia tunaikan.
Meski berbeda secara lafal, baik puasa Ramadan biasa maupun puasa qadha memiliki kesamaan dalam hal waktu berniat.
Keduanya wajib dilaksanakan atau diniatkan sejak malam hari, tepatnya sebelum fajar menyingsing.
Ketentuan ini dijelaskan secara mendalam oleh Imam Khatib As-Syirbini dalam kitab Al-Iqna’ fi Halli Alfazhi Abi Syuja’.
Dalam kitab tersebut, ditegaskan bahwa disyaratkan berniat di malam hari untuk puasa yang berstatus wajib.
Hal ini mencakup puasa Ramadan itu sendiri, puasa qadha, hingga puasa karena nadzar.