Gempa Bumi
BMKG Ungkap Alasan Gorontalo Tak Termasuk Daerah Siaga Tsunami Pascagempa M7,6 di Malut-Sulut
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan wilayah Gorontalo tidak termasuk dalam daftar daerah yang berstatus siaga tsunami
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-tangkapan-layar-peringatan-dini-BMKG.jpg)
Sebelumnya, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang Laut Maluku pada Kamis pagi, 2 April 2026.
Berdasarkan data resmi BMKG, gempa terjadi pada pukul 05:48:16 WIB. Episenter gempa berada pada koordinat 1.25 LU dan 126.27 BT, atau berjarak 129 km arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 62 km.
Beberapa menit kemudian, BMKG merilis status Peringatan Dini Tsunami (PD-2) untuk wilayah Maluku Utara (Malut) dan Sulawesi Utara (Sulut). Masyarakat di pesisir wilayah tersebut diminta tetap waspada dan mengikuti arahan evakuasi dari pemerintah setempat.
“Potensi tsunami untuk diteruskan pada masyarakat. Ikuti arahan peringatan dini tsunami dari BPBD, BNPB, dan BMKG,” tulis pernyataan resmi BMKG.
Hingga pukul 07:02:56 WIB, tercatat telah terjadi gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil. Salah satu gempa susulan signifikan berkekuatan Magnitudo 4,6 terjadi di Northern Molucca Sea dengan kedalaman 7 km.
BMKG mengimbau warga di wilayah terdampak untuk:
- Menjauhi kawasan pantai dan tepi sungai;
- Segera mencari tempat lebih tinggi jika merasakan guncangan kuat atau melihat air laut surut tiba-tiba;
- Tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya;
- Memantau informasi terkini melalui kanal resmi BMKG atau aplikasi WRS. (*)