Gempa Bumi
BREAKING NEWS: Gempa Magnitudo 7,6 Baru Saja Terjadi Kamis 2 April 2026, Ini Pusatnya
Gempa bumi tektonik berkekuatan besar mengguncang wilayah Maluku Utara dan sekitarnya pada Kamis (2/4/2026) pagi.
Penulis: Fadri Kidjab | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Titik-koordinat-gempa-bumi-Kamis-242026-pagi.jpg)
Ringkasan Berita:
- Gempa besar magnitudo 7,6 terjadi Kamis (2/4/2026) pukul 05:48 WIB, berpusat di laut 127 km Tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 18 km
- Getaran dirasakan luas, termasuk hingga Gorontalo; warga sempat berlarian keluar rumah, namun gempa berlangsung kurang dari satu menit
- BMKG imbau waspada terhadap potensi gempa susulan, meski sejauh ini belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa
TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi tektonik berkekuatan besar mengguncang wilayah Maluku Utara dan sekitarnya pada Kamis (2/4/2026) pagi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tersebut memiliki magnitudo 7,6.
Berdasarkan data resmi BMKG, pusat gempa atau episenter terletak pada koordinat 1.21 LU dan 126.25 BT.
Lokasi ini tepatnya berada di laut, berjarak sekitar 127 kilometer arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman pusat gempa mencapai 18 kilometer.
Peristiwa yang terjadi pada pukul 05:48:14 WIB tersebut dirasakan secara nyata oleh masyarakat di sekitar Laut Maluku.
Getaran gempa terasa hingga wilayah Kabupaten Gorontalo.
Sejumlah warga berlarian ke luar rumah mereka.
Pantauan TribunGorontalo.com, getaran berlagsung kurang dari satu menit.
Meski memiliki magnitudo yang cukup besar, sejauh ini belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan tersebut.
Melalui rilis resminya, BMKG memberikan arahan khusus kepada masyarakat untuk tetap tenang namun waspada.
BMKG mengimbau warga agar berhati-hati terhadap potensi gempa bumi susulan yang mungkin terjadi pasca guncangan utama.
Tribunners, pantau terus informasi terkini melalui kanal resmi BMKG guna mendapatkan perkembangan status keamanan wilayah terdampak. (*)