KULTUM MILENNIAL
Kultum Milenial : Siapa Kita di Bulan Ramadan
Apabila kita mensyukuri nikmat yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita, maka Allah telah menegaskan
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
Bahkan kerugiannya jauh lebih besar dibandingkan orang yang tidak datang ke lapangan tadi. Karena kerugian Ramadan bukanlah kerugian dunia, melainkan kerugian akhirat.
Jangan sampai kita hidup di bulan suci Ramadan ini, namun kita tidak mengambil kesempatan yang sangat besar ini.
Kesempatan untuk kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kesempatan untuk meminta ampunan-Nya, memperbanyak zikir, mengharap rahmat dan rida-Nya.
Karena apabila kita menyia-nyiakan Ramadan, maka penyesalan yang akan kita rasakan kelak adalah penyesalan yang sangat dalam dan tidak ada gunanya.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Sayyidina Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu di dalam kitab Shahih Ibnu Hibban, diceritakan bahwa suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke atas mimbar.
Ketika beliau naik ke mimbar, beliau mengucapkan, “Amin, amin, amin,” sebanyak tiga kali.
Para sahabat pun bertanya, “Wahai Rasulullah, tadi ketika engkau naik ke atas mimbar, engkau mengucapkan amin tiga kali.
Apa sebabnya? Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Telah datang kepadaku Malaikat Jibril ‘alaihis salam.”
Kemudian Malaikat Jibril berkata, “Celakalah seseorang yang mendapati bulan Ramadan, namun ia tidak mendapatkan ampunan dari Allah. Kemudian ia meninggal dunia, lalu dimasukkan ke dalam neraka, dan dijauhkan dari rahmat Allah.” Maka Rasulullah pun mengucapkan, “Amin.”
Kerugian terbesar yang dapat kita alami adalah ketika kita bertemu dengan bulan Ramadan, namun tidak mendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kerugian ini adalah kerugian yang sangat besar, kerugian yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Kita baru akan menyadarinya kelak, ketika kita telah berdiri di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, atau ketika kita telah berada di akhirat.
Dan ketika penyesalan itu datang, maka penyesalan tersebut sudah tidak ada gunanya lagi.
Di bulan Ramadan ini, kita ingin menjadi siapa? Apakah kita ingin menjadi orang yang mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, atau menjadi orang yang merugi dengan kerugian yang tiada bandingannya? Pada kesempatan Ramadan kali ini, mari kita kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Mari kita perbanyak istighfar, kita bertaubat atas seluruh dosa-dosa yang telah kita lakukan. Mari kita jaga shalat lima waktu, kita laksanakan dengan sebaik-baiknya, kita biasakan berjamaah.
Di mana pun kita berada, lisan kita berzikir, hati kita berzikir, dan seluruh aktivitas kita diniatkan karena Allah.
InsyaAllah, dengan demikian kita akan melewati bulan Ramadan dalam keadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala ridha kepada kita, dan Allah akan memberikan ampunan-Nya kepada kita. (*/Jefri)
KULTUM MILENNIAL
| Kultum Milennial oleh Mohamad Zaenal Usman: Ramadhan Sebagai Bulan Intropeksi Diri |
|
|---|
| Kultum Millenial oleh Reyhan Mantau : Berbuat Baik di Bulan Ramadan dan Menjauhi Larangan-Nya |
|
|---|
| Kultum Milennial Gorontalo oleh Ananda Saliko: Konten Berseliweran Kontemplasi Ketinggalan |
|
|---|
| Memaksimalkan Ibadah Ramadan, Kurangi Scrolling Media Sosial |
|
|---|
| Ramadan Bulan Al-Qur’an, Mahasiswa IAIN Gorontalo Ajak Perbanyak Tilawah |
|
|---|