Berita Populer
TOP 3 BERITA GORONTALO: Sosok Ramlan Amrain Lurah Tenilo, Kisah Ibrahim Pakaya Penjual Gulali
Kumpulan peristiwa, human interest story, hingga politik terangkum dalam Berita Populer, Senin (2/3/2026).
Penulis: Tim Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Berpop-1-Maret-2026.jpg)
Ringkasan Berita:
- Ramlan Amrain resmi menjabat sebagai Lurah Tenilo, Kabupaten Gorontalo
- Sejarah Masjid Tertua Sabilulhuda 'Boki Owutango': Masjid yang terletak di Kota Gorontalo ini merupakan jejak sejarah Islam yang berdiri sejak tahun 1525 (946 Hijriah)
- Kisah Inspiratif Penjual Gulali Lansia: Ibrahim Pakaya (71), yang akrab disapa Opa Bura, tetap produktif berjualan gulali tradisional di Taman Kalimadu sejak 2012
TRIBUNGORONTALO.COM – Kumpulan peristiwa, human interest story, hingga politik terangkum dalam Berita Populer, Senin (2/3/2026).
Berita populer ini merupakan berita lokal yang sempat ramai dibaca dan mendapat banyak respon dari masyarakat Gorontalo sejak 1 Maret kemarin.
Berita pertama mengenai sosok Ramlan Amrain, Lurah Tenilo yang baru saja dilantik Bupsti Gorontalo.
Selanjutnya Masjid Sabilulhuda ‘Boki Owutango’ yang erdiri Sejak 1525
Terakhir, kisah Ibrahim Pakaya, kakek 71 tahun Penjual Gulali di Taman Kalimadu Gorontalo.
Berikut daftar 3 berita populer TribunGorontalo.com.
1. Sosok Ramlan Amrain, Lurah Tenilo: Adik Leting Eks Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di STKS Bandung
Ramlan Amrain mengemban amanah baru sebagai Lurah Tenilo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Ia resmi dilantik oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi di Aula BKPSDM Kabupaten Gorontalo, Jumat (27/2/2026).
Ramlan Amrain merupakan alumni Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung (sekarang Poltekesos), sebuah sekolah kedinasan bergengsi di bawah naungan Kementerian Sosial RI.
Ramlan menyebut dirinya "adik leting" dari mantan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie.
Jejak Pendidikan
Perjalanan hidup Ramlan menuju kursi birokrasi tidaklah instan.
Putra dari Ahmad M Amrain dan Latifa Idris Kasim ini lahir di Gorontalo, 7 Juni 1981.
Ramlan Amrain menghabiskan masa kecilnya di Isimu dan Tibawa, Kabupaten Gorontalo.
Lulus dari SMA 1 Tibawa pada tahun 2000, Ramlan muda sebenarnya bercita-cita menjadi anggota TNI.
Baca juga: Breaking News: Media Iran Konfirmasi Meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei
2. Jejak Islam di Gorontalo, Masjid Sabilulhuda ‘Boki Owutango’ Berdiri Sejak 1525
Masjid Besar Sabilulhuda ‘Boki Owutango’ berdiri di persimpangan Jalan Raja Eyato, Jalan Samudera Pasai, dan Jalan Kutai, Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Dari luar, bangunannya tampak kokoh dengan sentuhan arsitektur klasik yang masih dipertahankan. Namun, di balik itu tersimpan kisah panjang tentang awal masuknya Islam di Gorontalo.
Ketua Takmirul Masjid Besar Sabilulhuda ‘Boki Owutango’, Rustam Yahya, menyebut masjid ini memiliki akar sejarah yang sangat tua.
“Masjid Sabilulhuda ‘Boki Owutango’ termasuk salah satu masjid tertua di Gorontalo. Ia didirikan pada 1525 Masehi atau 946 Hijriah,” ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Minggu (1/3/2026).
Menurut Rustam, penetapan tahun tersebut bukan sekadar cerita turun-temurun. Ada bukti autentik yang ditemukan saat renovasi masjid.
Dahulu, masyarakat sekitar belum mengetahui secara pasti kapan masjid itu berdiri. Namun, ketika dilakukan pembongkaran bagian atap saat renovasi, ditemukan petunjuk penting.
“Ketika pekerja membongkar bagian atas atap, ditemukan semacam payung kayu,” ungkapnya.
Payung kayu tersebut disebut sebagai satu-satunya yang ada di Gorontalo. Pada ukiran kayu itu tertera tahun pembangunan masjid.
3. Kisah Ibrahim Pakaya, Kakek 71 Tahun Penjual Gulali di Taman Kalimadu Gorontalo
Ibrahim Pakaya duduk dengan tenang di balik gerobak hijaunya saat matahari mulai condong ke barat di kawasan Kalimadu, Kota Tengah, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Pria berusia 71 tahun yang akrab disapa Opa Bura ini sedang menarik adonan gula merah muda yang perlahan mengeras di tangannya.
Di tengah kepungan jajanan modern, Opa Bura tetap setia menjajakan gulali tradisional demi menjaga kemandirian di usia senja.
Gulali adalah sebutan untuk jajanan tradisional khas Indonesia yang bahan utamanya terbuat dari gula (biasanya gula pasir atau gula merah) yang dilelehkan hingga mengental dan elastis.
Jajanan ini sangat populer di kalangan anak-anak, terutama karena bentuknya yang unik dan warnanya yang mencolok.
Sejak tahun 2012, Opa Bura menekuni profesi sebagai penjual gulali. Meskipun kedua anaknya telah berkeluarga dan mapan, warga Kelurahan Molosifat U ini menolak untuk sekadar berdiam diri di rumah.
(TribunGorontalo.com/*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.