Balap Liar di Gorontalo
Patroli Tarawih hingga Subuh, Polisi Gorontalo Hentikan Trek-trekan Ramadan
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Gorontalo secara resmi meningkatkan intensitas pengamanan di titik-titik rawan
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ditlantas-Polda-Gorontalo-saat-melakukan-razia-balap-liar.jpg)
Masyarakat sekitar merasa sangat resah, mengingat aksi trek-trekan (balap liar) sering dilakukan saat kondisi jalanan masih cukup ramai oleh kendaraan warga.
Catatan kepolisian dalam beberapa minggu terakhir menunjukkan adanya tren kecelakaan, baik laka tunggal maupun tabrakan antar-pengendara akibat balap liar.
Selain risiko kecelakaan, kebisingan yang ditimbulkan dari penggunaan knalpot brong menjadi keluhan utama warga yang sedang beristirahat.
Biasanya, puncak aksi balap liar ini terjadi pada malam Kamis dan malam Minggu, di mana kerumunan pemuda tampak lebih masif dari hari biasanya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Ditlantas Polda Gorontalo telah menyiagakan personel di titik-titik strategis untuk melakukan pembubaran secara persuasif maupun penindakan.
Namun, polisi tidak hanya mengedepankan sisi penegakan hukum atau penindakan semata selama bulan suci ini.
Sisi humanis kepolisian juga ditonjolkan melalui berbagai program sosial yang berjalan beriringan dengan kegiatan patroli.
Salah satu program yang dijalankan adalah "Kolantas Peduli", sebuah aksi sosial dalam bentuk pembagian takjil gratis kepada pengendara yang tertib lalu lintas.
Selain itu, jajaran kepolisian juga aktif mendukung program nasional ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) di wilayah Gorontalo.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui aksi gotong royong pembersihan fasilitas umum seperti taman-taman kota yang menjadi ruang publik masyarakat.
"Kami mendukung program pemerintah dengan membersihkan kawasan fasilitas umum agar masyarakat nyaman saat ngabuburit atau bersantai," jelas Lukman.
Pembersihan ini menyasar tempat-tempat yang sering menjadi lokasi berkumpulnya warga agar tetap terjaga keasrian dan kerapiannya.
Kombes Pol Lukman Cahyono kembali mengingatkan para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak mereka di luar rumah.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih fokus mengisi bulan penuh berkah ini dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan bernilai ibadah.
"Ramadan sebaiknya diisi dengan kegiatan yang meningkatkan amal ibadah, bukan dengan aktivitas yang tidak bermanfaat," pesannya.