Selasa, 17 Maret 2026

Berita Populer Gorontalo

GORONTALO POPULER: Warga Sumatera Kagum Lihat Kokoo-Kronologi Kasus Pembunuhan Remaja 13 Tahun

GORONTALO POPULER: Dari cerita warga puasa pertama, kasus remaja 13 tahun, Dr Umarulfaruq, hingga jam kerja ASN Ramadan.

Tayang:
Editor: Tita Rumondor
zoom-inlihat foto GORONTALO POPULER: Warga Sumatera Kagum Lihat Kokoo-Kronologi Kasus Pembunuhan Remaja 13 Tahun
TribunGorontalo.com/Redaksi
GORONTALO POPULER - Suasana ibadah salat zuhur di dalam Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo, Kamis (19/2/2026). Warga Gorontalo berbicara soal hikmah Ramadan (TribunGorontalo.com), Suasana Kokoo, Tradisi membangunkan warga untuk sahur di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Kamis (19/02/2026) subuh (TribunGorontalo.com/MAGANG/PUTRI SALSABILAH), Dr Umarulfaruq Abubakar, Ketua Majelis Syar’i PPTQ Ibnu Abbas Klaten,pendakwah asal Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Dr Umarulfaruq saat diwawancarai Tribunnews.com(Tangkapan Layar YouTube) - Hari pertama Ramadan di Gorontalo diwarnai beragam cerita, Simak Selengkapnya! 

TRIBUNGOEONTALO.COM, Gorontalo — Hari pertama Ramadan di Gorontalo diwarnai beragam cerita dari warga yang menekankan makna puasa lebih dari sekadar menahan lapar.

Tradisi dan semangat spiritual terlihat di berbagai daerah, menambah kekhidmatan bulan suci.

Selain itu, berbagai berita menarik mencuri perhatian masyarakat, mulai dari kasus tragis pembunuhan remaja 13 tahun di Paguyaman Pantai yang jasadnya dibuang ke laut, hingga kisah Dr Umarulfaruq asal Boalemo yang kini menjadi pendakwah di Jawa dan tetap mengenang tradisi Tumbilotohe. Pemkab Bone Bolango juga menetapkan jam kerja ASN selama Ramadan sebagai bagian dari penyesuaian aktivitas.

Simak berita populer Gorontalo selengkapnya dibawah ini:

 

Cerita Warga Gorontalo di Hari Pertama Ramadan, Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar

HIKMAH RAMADAN -- Suasana ibadah salat zuhur di dalam Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo, Kamis (19/2/2026). Warga Gorontalo berbicara soal hikmah Ramadan.
HIKMAH RAMADAN -- Suasana ibadah salat zuhur di dalam Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo, Kamis (19/2/2026). Warga Gorontalo berbicara soal hikmah Ramadan.(TribunGorontalo.com)

 

Ringkasan Berita:
  • Bagi warga Gorontalo seperti Mini dan Oman, Ramadan 1447 H bukan sekadar menahan lapar, melainkan momen untuk memperlambat ritme hidup, melatih kesabaran, dan menjaga sikap di tengah kesibukan
  • Masjid-masjid di Kota Gorontalo, termasuk Masjid Baiturrahim, menjadi pusat aktivitas yang lebih hidup
  • Terdapat keinginan kuat dari warga agar semangat ibadah dan kebiasaan baik yang terbentuk di hari pertama Ramadan dapat terus terjaga secara konsisten hingga akhir bulan suci dan seterusnya

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Suasana syahdu menyelimuti masjid-masjid di berbagai sudut Kota Gorontalo sejak fajar Ramadan 1447 Hijriah menyingsing.

Di balik deretan jamaah yang memadati shaf, tersimpan kisah-kisah sederhana namun mendalam tentang bagaimana warga memaknai awal bulan suci ini.

Bagi sebagian besar warga, Ramadan tahun ini bukan sekadar rutinitas menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum untuk melakukan muhasabah diri di tengah hiruk-pikuk dunia.

Mini Turuki, seorang perempuan muda yang ditemui usai salat Zuhur di sebuah masjid pusat kota pada Rabu (18/2/2026), mengungkapkan bahwa Ramadan kali ini terasa jauh lebih tenang.


Baca Selengkapnya

Warga Sumatera Ini Kagum Liat Tradisi Kokoo saat Ramadan di Gorontalo

TRADISI KOKOO - Suasana Kokoo, Tradisi membangunkan warga untuk sahur di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Kamis (19/02/2026) subuh. Tradisi ini menggunakan alay musik tradisional terbuat dari bambu.
TRADISI KOKOO - Suasana Kokoo, Tradisi membangunkan warga untuk sahur di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Kamis (19/02/2026) subuh. Tradisi ini menggunakan alay musik tradisional terbuat dari bambu.(TribunGorontalo.com/MAGANG/PUTRI SALSABILAH)

 

Ringkasan Berita:
  • Suara tabuhan alat musik tradisonal bertalu-talu memecah kesunyian dini hari di Jalanan Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo
  • Di Gorontalo, ribuan warga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa tampak memadati Bundaran Saronde.
  • Mereka mengikuti acara Kokoo, tradisi turun-temurun warga Gorontalo dalam menjalani bulan suci Ramadan

 

Laporan Mahasiswa Magang Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo, Putri Salsabilah

TRIBUNGORONTALO.COM - Suara tabuhan alat musik tradisonal bertalu-talu memecah kesunyian dini hari di Jalanan Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Kamis (19/02/2026) subuh. 

Kamis dini hari adalah hari pertama umat muslim melakukan puasa Ramadan 2026. Di Gorontalo, ribuan warga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa tampak memadati Bundaran Saronde.

Bundaran Saronde berada tepat dipusat Kota Gorontalo. Jalan utama Kota Gorontalo yakni Jalan Nani Wartabone dan Jalan HB Jassin atau Jalan Agus Salim menyatu di bundara ini.

Mereka mengikuti acara Kokoo, tradisi turun-temurun warga Gorontalo dalam menjalani bulan suci Ramadan. 


Baca Selengkapnya

Kronologi Lengkap Pembunuhan Remaja 13 Tahun di Paguyaman Pantai Gorontalo, Jasad Dibuang ke Laut

TKP -- Lokasi penemuan jenazah Desi, bocah perempuan yang ditemukan meninggal di Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.
TKP -- Lokasi penemuan jenazah Desi, bocah perempuan yang ditemukan meninggal di Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.(TribunGorontalo.com)

 

Ringkasan Berita:
  • Seorang remaja perempuan berusia 13 tahun ditemukan tewas di muara sungai Desa Bubaa, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo. '
  • Polisi mengungkap pelaku sempat membawa korban berpindah-pindah lokasi sebelum akhirnya membunuh dan membuang jasadnya ke laut. 
  • Tersangka kini dijerat pasal perlindungan anak dan KUHP dengan ancaman pidana hingga 15 tahun penjara.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Kasus pembunuhan terhadap seorang remaja perempuan di Kecamatan Paguyaman Pantai akhirnya terungkap.

Polisi membeberkan kronologi lengkap peristiwa yang berujung pada tewasnya RI alias Deis (13), warga Dusun Dulango, Desa Lito.

Peristiwa bermula pada Sabtu malam, 14 Februari 2026.

Sekitar pukul 20.00 Wita, tersangka Rizki Poi alias Poyo (19) berada di rumahnya bersama istri dan korban.


Baca Selengkapnya

Kisah Dr Umarulfaruq asal Boalemo Gorontalo, Jadi Pendakwah di Jawa, Kenang Tradisi Tumbilotohe

KISAH USTAZ - Dr Umarulfaruq Abubakar, Ketua Majelis Syar’i PPTQ Ibnu Abbas Klaten,pendakwah asal Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Dr Umarulfaruq saat diwawancarai Tribunnews.com
KISAH USTAZ - Dr Umarulfaruq Abubakar, Ketua Majelis Syar’i PPTQ Ibnu Abbas Klaten,pendakwah asal Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Dr Umarulfaruq saat diwawancarai Tribunnews.com(Tangkapan Layar YouTube)

 

Ringkasan Berita:
  • Kisah Dr Umarulfaruq Abubakar ,pendakwah asal Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo
  • Ketua Forum Maahid dan Madaris Quran Indonesia ini kini menjadi pendakwah di Provinsi Jawa Tengah
  • Masa kecil Umarulfaruq dihabiskan di lingkungan religius. Rumahnya berdampingan dengan Pondok Pesantren Alkhairaat Tilamuta

TRIBUNGORONTALO.COM - Kisah Dr Umarulfaruq Abubakar, Ketua Majelis Syar’i PPTQ Ibnu Abbas Klaten Jawa tengah, pendakwah asal Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo 

Pria yang juga menjabat Ketua Forum Maahid dan Madaris Quran Indonesia ini kini menjadi pendakwah di Tanah Jawa.

Desa Hungayonaa berada di Ibu Kota Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Jaraknya sekitar 72 kilometer dari Bandara Djalaluddin Gorontalo. Sedangkan jarak dari Ibu Kota Provinsi Gorontalo sekitar 107 kilometer. 

Di kampung itu, cahaya Ramadan selalu datang dengan cara yang istimewa. Lampu-lampu minyak dinyalakan pada tiga malam terakhir bulan suci dalam tradisi Tumbilotohe. Cahaya kecil berkelip di sepanjang jalan, seolah menjadi penanda harapan.

Tumbilotohe adalah tradisi memasang lampu saat 3 malam terakhir Ramadan di Gorontalo. Secara harafiah, tumbilo = pasang, tohe = lampu jadi tumbilotohe berarti menyalakan lampu. Tradisi sejak abad ke-15 ini bertujuan menyambut Lailatul Qadar dan menerangi jalan menuju masjid serta mempererat ikatan sosial.


Baca Selengkapnya

Pemkab Bone Bolango Gorontalo Tetapkan Jam Kerja ASN Selama Ramadan

JAM KERJA ASN -- Potret Kantor Bupati Bone Bolango. ASN Pemkab Bone Bolango menyesuaikan jam kerja selama Ramadan.
JAM KERJA ASN -- Potret Kantor Bupati Bone Bolango. ASN Pemkab Bone Bolango menyesuaikan jam kerja selama Ramadan.(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

 

Ringkasan Berita:
  • Perangkat daerah 6 hari kerja: Senin–Kamis & Sabtu 08.00–14.00 Wita, Jumat 08.00–14.30 Wita.
  • Apel kerja tetap dilaksanakan di masing-masing OPD, sementara Work From Anywhere (WFA) tetap berlaku setiap Jumat, kecuali bagi OPD dengan sistem shift.
  • Pantauan menunjukkan aktivitas ASN berkurang, kantor tampak sepi, dan jumlah kendaraan terparkir minim. Meski begitu, OPD yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik tetap beroperasi dengan pegawai lebih banyak.

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Suasana perkantoran di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango mulai berbeda sejak memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah.

Aktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN) kini menyesuaikan ritme kerja seiring diberlakukannya pengaturan jam kerja khusus selama bulan puasa.

Penyesuaian tersebut resmi ditetapkan melalui Surat Edaran Bupati Bone Bolango Nomor: 800/BUP-BB/06/II/09/2026 tentang Penetapan Jam Kerja ASN di Lingkungan Pemkab Bone Bolango selama Ramadan 1447 H Tahun 2026.

Surat edaran ini mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2023 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah serta ASN.


Baca Selengkapnya

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 17 Maret 2026 (27 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:02
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved