Berita Populer
3 Berita Populer Gorontalo: Pelaku Pembunuhan Tertangkap hingga Aturan Ketat Adhan Dambea
Kumpulan berita peristiwa, human interest story, hingga politik terangkum dalam Gorontalo Terpopuler, Rabu (18/2/2026).
Penulis: Redaksi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-suasana-tradisi-Tonggeyamo-perayaan-imlek.jpg)
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menegaskan aturan ketat selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Ia melarang keras aktivitas hiburan malam dan membatasi jam operasional rumah makan agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk tanpa gangguan.
Adhan menyampaikan kebijakan tersebut dalam rapat Forkopimda di Aula Bele Yi Ladia, Jumat (13/2/2026). Menurutnya, Ramadan harus difokuskan untuk ibadah, bukan hiburan.
“Pada bulan suci Ramadan tidak ada karaoke, dan tempat hiburan. Artinya kalau ada aktivitas itu tambah-tambah urusan,” tegasnya di hadapan jajaran OPD dan unsur vertikal.
Selain hiburan malam, aturan juga berlaku bagi rumah makan. Adhan menekankan rumah makan tidak boleh buka sejak pagi hingga siang hari, melainkan hanya diperbolehkan beroperasi mulai pukul 15.00 Wita. Ia memastikan akan segera mengeluarkan surat edaran resmi terkait larangan tersebut.
“Demikian juga rumah makan di Kota Gorontalo dilarang buka pagi hari. Bisa buka kecuali jam tiga sore,” ujarnya.
Baca juga: Tonggeyamo, Tradisi Gorontalo dalam Penetapan Awal Ramadan 1447 H
Perayaan Imlek di Gorontalo : Umat Sembahyang di Kelenteng Tulus Harapan Kita
Suasana khidmat terasa di Kelenteng Tulus Harapan Kita, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo saat perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili pada Selasa (17/2/2026).
Warga keturunan Tionghoa di Gorontalo turut merayakan tahun baru China atau Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dengan sembahyang di Kelenteng Tulus Harapan Kita
Mereka telah memulai perayaan sejak Senin malam. Meski begitu, suasana perayaan masih terasa pada puncak perayaan Selasa hari ini.
Sejak pukul 09.30 Wita, jemaat tampak datang silih berganti untuk beribadah.
Mereka memasuki kelenteng dengan tenang, menyalakan dupa, lalu memanjatkan doa dalam suasana yang sakral.
Penjaga Kelenteng, Lis Pakaya, mengatakan kemeriahan sebenarnya sudah berlangsung pada malam perayaan.
Ia menceritakan, acara pada malam hari berlangsung semarak dengan berbagai pertunjukan.
"Acaranya tadi malam meriah, ada tari-tarian Barongsai dan lain-lain," ujarnya.
Menurutnya, pusat kegiatan memang difokuskan di halaman kelenteng.
(TribunGorontalo.com/*)