Gorontalo Hari Ini
Pengawasan Harga Diperketat Jelang Ramadan, Satgas Pangan Gorontalo Siap Sanksi Berat Pedagang Nakal
Pemerintah Provinsi Gorontalo memperketat pengawasan harga dan distribusi bahan pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kadis-Ketahanan-Pangan-Tanaman-Pangan-dan-Hortikultura-Provinsi-Gorontalo-Muljady-Mario.jpg)
Di tingkat daerah, satgas ini dipimpin unsur kepolisian bersama dinas terkait.
“Satgas ini di daerah diketuai oleh Dirkrimsus Polda Gorontalo dan Kadis Ketahanan Pangan di satgas tersebut,” jelasnya.
Tugas utama satgas adalah memastikan harga di tingkat produsen hingga konsumen tetap sesuai ketentuan.
Distributor, pengusaha ritel hingga produsen diingatkan agar tidak menaikkan harga secara sepihak.
Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah tidak segan mengambil tindakan tegas. Tahap awal berupa pemanggilan pelaku usaha yang diduga melanggar.
“Kalau memang tidak diindahkan diikuti dengan sanksi penghentian usahanya dan diikuti tindakan pidananya,” tegas Mario.
Ia menambahkan, penindakan tersebut bukan menyasar pedagang kecil atau pelaku usaha eceran.
Fokus pengawasan justru diarahkan kepada pelaku usaha besar yang berada di rantai distribusi utama.
“Yang kita cari justru pengusaha besarnya di belakangnya,” katanya.
Sementara itu, Tim Satgas Pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rena Satrinny, menegaskan bahwa kegiatan pengawasan dan stabilisasi pangan merupakan program berkelanjutan antara pemerintah pusat dan daerah.
“Harapannya dengan kegiatan ini tentunya harga kebutuhan pokok bahan pangan ini harganya stabil,” ujarnya.
Selain menjaga stabilitas harga, satgas juga memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman.
Rena menyebut timnya telah turun langsung ke lapangan sejak awal Februari untuk memantau distributor hingga produsen.
Dari hasil pemantauan tersebut, ia menyimpulkan bahwa kondisi stok pangan di Gorontalo masih mencukupi untuk menghadapi Ramadan dan Idul Fitri.
“Kami menyimpulkan bahwa stok ketersediaan bahan pangan wilayah Provinsi Gorontalo cukup untuk menghadapi bulan Ramadan dan Idul Fitri,” pungkasnya.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)