BPJS Gorontalo
92 Ribu Warga Gorontalo Terancam tak Bisa Berobat Gratis Gara-gara BPJS PBI Dinonaktifkan
Kebijakan penonaktifan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) BPJS Kesehatan mulai dirasakan masyarakat di Provinsi Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BPJS-PBI-Karena-dinonaktifkan-pemerintah-sebanyak-92-ribu-warga.jpg)
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 92.182 peserta BPJS PBI di Provinsi Gorontalo dinonaktifkan akibat pemutakhiran data nasional berdasarkan SK Kemensos Nomor 3/HUK/2026.
- Sejumlah warga baru mengetahui status kepesertaannya tidak aktif saat menjalani pengobatan, termasuk pasien yang sedang cuci darah.
- BPJS Kesehatan memastikan reaktivasi dapat dilakukan melalui rekomendasi dinas sosial bagi peserta yang memenuhi kriteria prioritas.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kebijakan penonaktifan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) BPJS Kesehatan mulai dirasakan masyarakat di Provinsi Gorontalo.
Tercatat, puluhan ribu warga kehilangan status kepesertaan akibat pemutakhiran data nasional penerima bantuan.
Penonaktifan tersebut merujuk pada Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 yang mulai berlaku sejak 1 Februari 2026.
Kepala Bagian SDMUK BPJS Kesehatan Cabang Gorontalo, Abdallah A M Sakali, menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari pembaruan data agar bantuan iuran kesehatan tepat menyasar kelompok masyarakat yang berhak.
“Itu dinonaktifkan kepesertaannya berdasarkan SK Kementerian Sosial Nomor 3/HUK/2026 yang berlakunya per 1 Februari 2026,” ujar Abdallah, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, proses pemutakhiran dilakukan untuk menyesuaikan data penerima bantuan dengan kondisi sosial ekonomi terbaru masyarakat.
Baca juga: RUPS BSG, Ada Calon Komisaris Perwakilan Gorontalo, Siapa?
“Ada pembaruan data PBI sehingga PBI ini memang diberikan kepada masyarakat dengan tepat sasaran,” jelasnya.
Sebaran Peserta Dinonaktifkan
Berdasarkan pendataan BPJS Kesehatan, jumlah peserta PBI JK yang dinonaktifkan di Provinsi Gorontalo mencapai sekitar 92.182 jiwa.
Jumlah tersebut tersebar di enam kabupaten dan kota. Kabupaten Boalemo menjadi daerah dengan angka penonaktifan tertinggi, yakni sekitar 22 ribu jiwa. Disusul Kabupaten Gorontalo sekitar 19 ribu jiwa dan Kabupaten Bone Bolango sekitar 17 ribu jiwa.
Sementara itu, Kota Gorontalo dan Kabupaten Pohuwato masing-masing mencatat sekitar 13 ribu jiwa peserta yang dinonaktifkan. Kabupaten Gorontalo Utara tercatat sekitar 7 ribu jiwa.
Pasien Kaget Saat Sedang Berobat
Dampak kebijakan ini mulai terasa ketika sejumlah warga baru mengetahui status kepesertaannya nonaktif saat menjalani pengobatan di fasilitas kesehatan.
“Ada beberapa masyarakat yang sedang perawatan cuci darah, taunya pas mereka berobat tiba-tiba sudah nonaktif padahal sebelumnya masih aktif,” ungkap Abdallah.
Untuk kasus yang bersifat darurat, BPJS Kesehatan langsung melakukan reaktivasi agar pasien tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.
Ia memastikan masyarakat yang terdampak tidak perlu panik karena terdapat mekanisme pengaktifan kembali bagi peserta yang memenuhi syarat.