TNI Gorontalo Meninggal
Sahabat Menangis Histeris di Liang Lahat Serda Rein Pasau TNI Gorontalo Korban Longsor
Tangis pecah di liang lahat Serda Mar (Anumerta) Rein Pasau. Di tengah pelayat yang mengelilingi makam, seorang pemuda tampak
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TNI-GUGUR-Rian-W-Abjul-25-sahabat-dekat-almarhum-yang-selama.jpg)
Ibunda almarhum, Hasna Biga, tak kuasa menahan kesedihan. Sejak awal prosesi hingga tanah terakhir menutup pusara, Hasna terus menangis dan beberapa kali terlihat kehilangan tenaga hingga harus dipapah oleh keluarga.
Rein dimakamkan berdampingan dengan makam ayahnya. Pada salah satu momen paling mengharukan, Hasna tampak mencium tanah yang menutup jasad putra tercintanya, seolah enggan berpisah untuk selamanya dengan anak keduanya tersebut.
Pantauan di lokasi pemakaman menunjukkan keluarga besar terus berada di sisi Hasna untuk menopang kondisi emosionalnya.
Kakak serta adik-adik almarhum bergantian menguatkan sang ibu yang beberapa kali tampak hampir terjatuh akibat syok dan kelelahan.
Kabar gugurnya Rein sebelumnya membuat Hasna sempat pingsan. Sejak menerima informasi duka tersebut, ia terus diliputi kesedihan mendalam hingga prosesi pemakaman selesai sekitar pukul 12.12 Wita.
Almarhum Rein Pasau diketahui merupakan anak kedua dari enam bersaudara, terdiri dari empat laki-laki dan dua perempuan.
Di dalam keluarga, Rein dikenal sebagai sosok yang memikul tanggung jawab besar dan menjadi tumpuan utama kehidupan rumah tangga.
Ayah sambung almarhum, Azis Rabiu, menyampaikan bahwa Rein adalah pribadi yang selalu siap membantu keluarga dalam berbagai kondisi.
Menurutnya, almarhum dikenal sebagai anak yang paling bisa diandalkan.
“Dia anak yang sangat baik, selalu hadir ketika keluarga membutuhkan. Paling bertanggung jawab dan sangat peduli dengan keluarganya,” ujar Azis dengan suara bergetar.
Jenazah Rein Dipulangkan dari Jakarta
Berdasarkan laporan resmi, jenazah diterbangkan dari Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 644 pada pukul 03.20 WIB.
Pesawat mendarat di Bandara Djalaluddin Gorontalo sekitar pukul 07.25 Wita. Setibanya di bandara, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Sultan Botutihe, Kelurahan Pauwo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango.
Prosesi penyambutan dilakukan secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum kepada negara. Upacara berlangsung khidmat dan penuh haru.
Dalam pemulangan jenazah, almarhum didampingi sejumlah perwira TNI AL dan anggota keluarga, di antaranya Danyon Komlek 1 Marinir Letkol Mar Bernadus Yudi Ari bersama istri, Maria Vita Pratiwi, serta Kapten Mar Syaifullah selaku liaison officer (LO) keluarga. Dua sepupu almarhum, Bharada Polisi M. Rizki Karim dan Fadlya Halada, turut mendampingi.
Serda Mar (Anumerta) Rein Pasau merupakan salah satu dari 23 prajurit Marinir TNI AL yang gugur dalam peristiwa longsor di wilayah Bandung Barat. Putra daerah Gorontalo itu mengabdi sebagai prajurit TNI AL sejak 2022 dan berdinas di Yon Komlek 1 Marinir, Menbanpur 1, Pasmar 1, Jakarta.
Kepergian Rein meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga sahabat, institusi TNI AL, dan masyarakat Gorontalo.
(*)