Pilkada Gorontalo
Golkar Gorontalo Dukung Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD, PDIP Tegas Menolak
Wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD terus menuai respons beragam dari partai politik di Provinsi Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Idah-Syahidah-dan-La-Ode-Haimuddin.jpg)
“Mekanisme pemilihan langsung bukan sekadar prosedur elektoral, melainkan hasil panjang perjuangan reformasi yang tidak seharusnya ditarik kembali,” tegas La Ode, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, Pilkada langsung memberi ruang kepada rakyat untuk menentukan pemimpin daerah secara mandiri dan berdaulat.
“Sikap kami jelas, pemilihan kepala daerah tetap dilakukan langsung oleh rakyat,” ujarnya.
La Ode menilai, mengakhiri Pilkada langsung dengan alasan efisiensi biaya merupakan langkah keliru.
Baginya, demokrasi tidak bisa diukur semata-mata dari mahal atau murahnya biaya penyelenggaraan.
“Kalau alasannya hanya mahal, pertanyaannya apakah tidak ada instrumen khusus untuk menekan biaya itu?” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa praktik politik uang bisa ditekan jika aturan Pilkada dijalankan secara konsisten dan tegas.
Masalah utama, menurutnya, muncul ketika pelanggaran dibiarkan berulang dan dianggap lumrah.
“Money politics jangan dinormalisasi. Ini soal memurnikan demokrasi,” ujarnya.
Sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, La Ode menekankan bahwa PDI Perjuangan memilih untuk mendengarkan suara masyarakat secara langsung dalam menyikapi wacana tersebut. Ia bahkan mengusulkan agar aspirasi publik diuji secara terbuka.
“Coba tanyakan ke masyarakat, apakah mereka benar-benar ikhlas hak memilih itu diserahkan ke DPRD,” ucapnya.
Meski mengakui bahwa keputusan politik sering kali ditentukan oleh kekuatan mayoritas, La Ode mengingatkan agar setiap kebijakan tetap berpijak pada kepentingan rakyat, bukan hanya elite politik.
“Ini harus dijawab, apakah benar demi rakyat atau justru demi kepentingan elit,” pungkasnya.
Ia menegaskan bahwa dalam setiap sikap politiknya, PDI Perjuangan berkomitmen menjaga dan memperjuangkan suara rakyat sebagai pemilik sah kedaulatan.
Baca juga: Oknum Polisi Gorontalo Dituding Lecehkan Wanita, AKP Atmal Fauzi Curiga Ada Pihak Incar Jabatannya
Kesimpulan
Secara garis besar, kesimpulan yang dapat dituliskan sebagai berikut: