Pani Gold Viral
Viral Video Hiburan Karyawan Pani Gold di Tengah Banjir, Aktivis Kritik, Perusahaan Buka Suara
Dugaan pesta pergantian tahun yang dilakukan karyawan PT Pani Gold Gorontalo (PGP) di tengah bencana banjir Pohuwato menuai reaksi keras
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PANI-GOLD-PROJECT-Peninjauan-lokasi-Pani-Gold-Project-atau-proyek-emas-pani-di-wilayah-Pohuwato.jpg)
Ia menyebut keberadaan perusahaan tersebut turut memberi dampak terhadap kondisi lingkungan di Pohuwato.
“Sebagai perusahaan ekstraktif, PT PGP juga salah satu penyumbang sebab banjir di Pohuwato,” ujarnya.
Arif menegaskan bahwa permintaan maaf saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan tanggung jawab nyata.
“Sudah mereka yang merusak, mereka juga bangga dan menari di atas penderitaan masyarakat,” katanya.
IMM Gorontalo meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum bersikap tegas.
Evaluasi terhadap aktivitas perusahaan tambang dinilai mendesak dilakukan.
Aktivis menilai keselamatan rakyat dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama.
Klarifikasi Perusahaan
Manajemen Pani Gold Mine (PGM) akhirnya menyampaikan klarifikasi terkait beredarnya video viral yang memperlihatkan hiburan musik dengan tarian tak pantas.
Pesta yang digelar di area tambang emas PGM, Desa Hulawa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, itu menjadi sorotan di tengah musibah banjir yang melanda wilayah tersebut.
External Affairs Pani Gold Project, Kurniawan Siswoko, menegaskan bahwa kegiatan yang terekam dalam video tersebut bukanlah pesta sebagaimana yang berkembang di masyarakat.
“Acara itu bukan pesta sebagaimana yang dipahami publik,” ujar Kurniawan dalam video yang diterima TribunGorontalo.com, pada Jumat (2/1/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan acara internal perusahaan yang berisi doa bersama dan penggalangan donasi spontan untuk membantu warga terdampak banjir.
Acara itu juga dirangkaikan dengan malam final lomba menyanyi karyawan, yang sebelumnya telah melalui tahapan penyisihan beberapa minggu sebelumnya.
Menurutnya, lomba menyanyi tersebut menjadi wadah bagi karyawan untuk menyalurkan bakat seni sekaligus mempererat silaturahmi.
Namun, pihak perusahaan mengakui bahwa rangkaian acara tersebut tercoreng oleh penampilan yang tidak pantas.
“Acara itu tercederai oleh penampilan penyanyi yang seronok,” jelas Kurniawan.
(*)