Sabtu, 28 Maret 2026

Pani Gold Viral

Viral Video Hiburan Karyawan Pani Gold di Tengah Banjir, Aktivis Kritik, Perusahaan Buka Suara

Dugaan pesta pergantian tahun yang dilakukan karyawan PT Pani Gold Gorontalo (PGP) di tengah bencana banjir Pohuwato menuai reaksi keras

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Viral Video Hiburan Karyawan Pani Gold di Tengah Banjir, Aktivis Kritik, Perusahaan Buka Suara
FOTO: Wawan Akuba, TribunGorontalo.com
TAMBANG EMAS PANI -- Potret tambang emas Pani. 

TRIBUNGORONTALO.COM, GorontaloDugaan pesta pergantian tahun yang dilakukan karyawan PT Pani Gold Gorontalo (PGP) di tengah bencana banjir Pohuwato menuai reaksi keras dari kalangan aktivis di Gorontalo.

Video joget karyawan perusahaan tersebut beredar luas di media sosial.

Video itu menuai sorotan karena muncul di saat warga Pohuwato masih berjuang menghadapi dampak banjir.

Sejumlah pihak menilai banjir Pohuwato tidak bisa dilepaskan dari persoalan kerusakan lingkungan.

Aktivitas perusahaan tambang disebut perlu mendapat perhatian serius.

Baca juga: BPNT 2026 Rp600 Ribu Cair Bertahap, Ini Jadwal dan Cara Cek Penerimanya

Ketua Wilayah Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Gorontalo, Rahmawati B Radjak, menyebut banjir yang terjadi merupakan akumulasi dari krisis ekologis yang selama ini diabaikan.

Ia menyatakan bahwa keberadaan perusahaan tambang di Gorontalo juga berdampak pada kondisi lingkungan sekitar.

Menurutnya, persoalan ini tidak boleh dipandang sebagai peristiwa alam semata.

“Ini bukan bencana yang datang tiba-tiba. Ada akumulasi kerusakan lingkungan yang selama ini diabaikan,” ujarnya dihubungi via whatsapp, Jumat (2/1/2025). 

Rahmawati menilai sikap perusahaan yang tetap merayakan pergantian tahun di tengah situasi bencana menunjukkan minimnya kepekaan sosial.

“Kondisi ini memperlihatkan keterputusan empati antara pelaku usaha dan penderitaan rakyat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Gorontalo, Arif Bina juga menyampaikan kritik keras.

Ia menilai tindakan tersebut melukai rasa keadilan masyarakat yang sedang terdampak bencana.

“Perusahaan jahat dan tidak berperikemanusiaan,” tegas Arif saat dihubungi whatsapp di hari yang sama. 

Menurut Arif, sebagai perusahaan ekstraktif, PT Pani Gold Gorontalo tidak bisa melepaskan diri dari tanggung jawab ekologis.

Ia menyebut keberadaan perusahaan tersebut turut memberi dampak terhadap kondisi lingkungan di Pohuwato.

“Sebagai perusahaan ekstraktif, PT PGP juga salah satu penyumbang sebab banjir di Pohuwato,” ujarnya.

Arif menegaskan bahwa permintaan maaf saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan tanggung jawab nyata.

“Sudah mereka yang merusak, mereka juga bangga dan menari di atas penderitaan masyarakat,” katanya.

IMM Gorontalo meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum bersikap tegas.

Evaluasi terhadap aktivitas perusahaan tambang dinilai mendesak dilakukan.

Aktivis menilai keselamatan rakyat dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama.

Klarifikasi Perusahaan

Manajemen Pani Gold Mine (PGM) akhirnya menyampaikan klarifikasi terkait beredarnya video viral yang memperlihatkan hiburan musik dengan tarian tak pantas.

Pesta yang digelar di area tambang emas PGM, Desa Hulawa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, itu menjadi sorotan di tengah musibah banjir yang melanda wilayah tersebut.

External Affairs Pani Gold Project, Kurniawan Siswoko, menegaskan bahwa kegiatan yang terekam dalam video tersebut bukanlah pesta sebagaimana yang berkembang di masyarakat.

“Acara itu bukan pesta sebagaimana yang dipahami publik,” ujar Kurniawan dalam video yang diterima TribunGorontalo.com, pada Jumat (2/1/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan acara internal perusahaan yang berisi doa bersama dan penggalangan donasi spontan untuk membantu warga terdampak banjir.

Acara itu juga dirangkaikan dengan malam final lomba menyanyi karyawan, yang sebelumnya telah melalui tahapan penyisihan beberapa minggu sebelumnya.

Menurutnya, lomba menyanyi tersebut menjadi wadah bagi karyawan untuk menyalurkan bakat seni sekaligus mempererat silaturahmi.

Namun, pihak perusahaan mengakui bahwa rangkaian acara tersebut tercoreng oleh penampilan yang tidak pantas.

“Acara itu tercederai oleh penampilan penyanyi yang seronok,” jelas Kurniawan.

(*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved