Berita Gorontalo
Silvana Amanda dari Pohuwato-Gorontalo, Berkaca-kaca Persembahkan Medali untuk Indonesia
Silvana Amanda, 23 tahun, berdiri dengan mata berkaca-kaca di arena SEA Games Thailand 2025.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ATLET-TAEKWONDO-Silvana-paling-kanan-saat-menerima-medali-atas-kejuaraan-Taekwondo.jpg)
Silvana menunjukkan bahwa daerah ini mampu melahirkan atlet yang konsisten bersaing di level internasional.
Januar menambahkan, Gorontalo saat ini memiliki delapan atlet binaan, tiga di antaranya dinilai siap bersaing di tingkat nasional. Salah satunya Al-Alim Adam, yang sempat masuk tim Indonesia dan kini kembali dipersiapkan.
Program latihan intensif terus dijalankan tanpa mengenal waktu libur panjang. Bahkan di bulan Desember, saat sebagian atlet biasanya beristirahat, latihan tetap dilakukan untuk menjaga performa.
“Kami latihan setiap hari. Bulan Desember ini sebenarnya waktu istirahat, tapi performa tetap harus dijaga,” ujar Januar.
Saat ini, para atlet masih berlatih dengan memanfaatkan fasilitas yang ada, bergabung bersama atlet pelajar dan PPLP Gorontalo.
Januar menekankan bahwa tantangan terbesar menuju SEA Games bukan hanya fisik, tetapi juga mental.
“Menuju SEA Games itu bukan cuma fisik, tapi mental juga sangat menentukan,” pungkasnya.
Dari cabang olahraga lain, prestasi juga datang dari Pohuwato. Atlet sepak takraw Zelki Ladada menyumbang satu medali perak dan dua medali perunggu untuk Indonesia.
Secara keseluruhan, tim sepak takraw Indonesia meraih satu perak dan empat perunggu di ajang SEA Games Thailand 2025. (*)