Berita Gorontalo
Silvana Amanda dari Pohuwato-Gorontalo, Berkaca-kaca Persembahkan Medali untuk Indonesia
Silvana Amanda, 23 tahun, berdiri dengan mata berkaca-kaca di arena SEA Games Thailand 2025.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ATLET-TAEKWONDO-Silvana-paling-kanan-saat-menerima-medali-atas-kejuaraan-Taekwondo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Silvana bukan nama baru. Ia sudah tiga kali tampil di ajang SEA Games bersama tim nasional Indonesia.
- Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menargetkan Silvana meraih emas.
- Gorontalo saat ini memiliki delapan atlet binaan, tiga di antaranya dinilai siap bersaing di tingkat nasional.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Silvana Amanda, 23 tahun, berdiri dengan mata berkaca-kaca di arena SEA Games Thailand 2025.
Atlet taekwondo asal Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, itu baru saja menuntaskan pertandingan kelas under 57 kilogram.
Meski target emas belum tercapai, ia tetap membawa pulang medali perunggu untuk Indonesia, sebuah capaian yang kembali menegaskan konsistensinya di pentas Asia Tenggara.
Silvana bukan nama baru. Ia sudah tiga kali tampil di ajang SEA Games bersama tim nasional Indonesia.
Pada SEA Games Vietnam, ia mempersembahkan medali perak, lalu meraih medali perunggu di Kamboja.
“Ini SEA Games ketiga bagi Silvana. Sebelumnya dia dapat perak di Vietnam dan perunggu di Kamboja,” jelas pelatih Taekwondo Gorontalo, Januar Budiman Lahay.
Baca juga: Cek PIP 2025, Ini Cara Mudah Pantau Status Penerima Bantuan Lewat HP
Indonesia sendiri menurunkan 13 atlet taekwondo di Thailand, terdiri dari sembilan atlet kyorugi, tiga poomsae, dan satu freestyle.
Gorontalo awalnya menempatkan dua atlet, namun satu terpaksa dicoret karena tidak memenuhi persyaratan berat badan.
Dengan kondisi itu, Silvana menjadi satu-satunya wakil Gorontalo di tim nasional.
“Awalnya ada dua atlet Gorontalo yang masuk tim C-Games. Tapi satu atlet harus diganti karena tidak disiplin menjaga berat badan,” ujar Januar.
Target besar sempat dibebankan kepadanya. Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menargetkan Silvana meraih emas.
Namun persaingan ketat membuat hasil akhir berbeda.
“Faktornya memang lawan sangat kuat. Silvana sudah tampil maksimal, tapi hasilnya medali perunggu,” kata Januar.
Meski demikian, capaian tersebut tetap menjadi kebanggaan bagi Gorontalo, khususnya Kabupaten Pohuwato.