Rabu, 11 Maret 2026

Berita Gorontalo

Silvana Amanda dari Pohuwato-Gorontalo, Berkaca-kaca Persembahkan Medali untuk Indonesia

Silvana Amanda, 23 tahun, berdiri dengan mata berkaca-kaca di arena SEA Games Thailand 2025.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Silvana Amanda dari Pohuwato-Gorontalo, Berkaca-kaca Persembahkan Medali untuk Indonesia
TribunGorontalo.com
ATLET TAEKWONDO -- Silvana (paling kanan) saat menerima medali atas kejuaraan Taekwondo. 
Ringkasan Berita:
  • Silvana bukan nama baru. Ia sudah tiga kali tampil di ajang SEA Games bersama tim nasional Indonesia.
  • Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menargetkan Silvana meraih emas.
  • Gorontalo saat ini memiliki delapan atlet binaan, tiga di antaranya dinilai siap bersaing di tingkat nasional.

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Silvana Amanda, 23 tahun, berdiri dengan mata berkaca-kaca di arena SEA Games Thailand 2025.

Atlet taekwondo asal Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, itu baru saja menuntaskan pertandingan kelas under 57 kilogram.

Meski target emas belum tercapai, ia tetap membawa pulang medali perunggu untuk Indonesia, sebuah capaian yang kembali menegaskan konsistensinya di pentas Asia Tenggara.

Silvana bukan nama baru. Ia sudah tiga kali tampil di ajang SEA Games bersama tim nasional Indonesia.

Pada SEA Games Vietnam, ia mempersembahkan medali perak, lalu meraih medali perunggu di Kamboja.

“Ini SEA Games ketiga bagi Silvana. Sebelumnya dia dapat perak di Vietnam dan perunggu di Kamboja,” jelas pelatih Taekwondo Gorontalo, Januar Budiman Lahay.

Baca juga: Cek PIP 2025, Ini Cara Mudah Pantau Status Penerima Bantuan Lewat HP

Indonesia sendiri menurunkan 13 atlet taekwondo di Thailand, terdiri dari sembilan atlet kyorugi, tiga poomsae, dan satu freestyle.

Gorontalo awalnya menempatkan dua atlet, namun satu terpaksa dicoret karena tidak memenuhi persyaratan berat badan.

Dengan kondisi itu, Silvana menjadi satu-satunya wakil Gorontalo di tim nasional.

“Awalnya ada dua atlet Gorontalo yang masuk tim C-Games. Tapi satu atlet harus diganti karena tidak disiplin menjaga berat badan,” ujar Januar.

Target besar sempat dibebankan kepadanya. Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menargetkan Silvana meraih emas.

Namun persaingan ketat membuat hasil akhir berbeda.

“Faktornya memang lawan sangat kuat. Silvana sudah tampil maksimal, tapi hasilnya medali perunggu,” kata Januar.

Meski demikian, capaian tersebut tetap menjadi kebanggaan bagi Gorontalo, khususnya Kabupaten Pohuwato.

Silvana menunjukkan bahwa daerah ini mampu melahirkan atlet yang konsisten bersaing di level internasional.

Januar menambahkan, Gorontalo saat ini memiliki delapan atlet binaan, tiga di antaranya dinilai siap bersaing di tingkat nasional. Salah satunya Al-Alim Adam, yang sempat masuk tim Indonesia dan kini kembali dipersiapkan.

Program latihan intensif terus dijalankan tanpa mengenal waktu libur panjang. Bahkan di bulan Desember, saat sebagian atlet biasanya beristirahat, latihan tetap dilakukan untuk menjaga performa.

“Kami latihan setiap hari. Bulan Desember ini sebenarnya waktu istirahat, tapi performa tetap harus dijaga,” ujar Januar.

Saat ini, para atlet masih berlatih dengan memanfaatkan fasilitas yang ada, bergabung bersama atlet pelajar dan PPLP Gorontalo.

Januar menekankan bahwa tantangan terbesar menuju SEA Games bukan hanya fisik, tetapi juga mental.

“Menuju SEA Games itu bukan cuma fisik, tapi mental juga sangat menentukan,” pungkasnya.

Dari cabang olahraga lain, prestasi juga datang dari Pohuwato. Atlet sepak takraw Zelki Ladada menyumbang satu medali perak dan dua medali perunggu untuk Indonesia.

Secara keseluruhan, tim sepak takraw Indonesia meraih satu perak dan empat perunggu di ajang SEA Games Thailand 2025. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 11 Maret 2026 (21 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:08
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved