Gorontalo Hari Ini
Kosakata Bahasa Gorontalo Mulai Tersisih, Ini Pengakuan Anak Muda dan Orang Tua
Sejumlah anak muda mengakui jarang menggunakan kosakata bahasa Gorontalo di tempat umum.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SATU-ARAH-Bundaran-Patung-Saronde-Kota-Gorontalo-Jumat-2542025.jpg)
Mohile turungi: minta tolong/tolong saya
Hulondalo: orang Gorontalo
Batanga: tubuh atau badan
Kosakata tersebut kini lebih sering digantikan dengan padanan bahasa Indonesia.
Pengaruh Media Sosial
Sion Guu, warga Gorontalo, menilai media sosial dan tontonan digital turut mempercepat pergeseran bahasa daerah.
“Rata-rata konten kreator menggunakan bahasa gaul, padahal mereka orang Gorontalo,” jelasnya.
Meski demikian, sejumlah sekolah dan komunitas budaya di Gorontalo mulai berupaya menghidupkan kembali bahasa daerah melalui kegiatan ekstrakurikuler, diskusi budaya, hingga konten edukasi di media sosial.
Kabupaten Bone Bolango bahkan telah memasukkan mata pelajaran bahasa Gorontalo ke dalam kurikulum sekolah.
Contoh Kosakata Sehari-hari
Berikut beberapa kosakata bahasa Gorontalo yang biasa digunakan dalam percakapan:
Pronomina & Ungkapan
Yi’o / Tiyo (kamu)
Wa’u / Watiya (saya)
Timongoliyo (mereka)
Tita (siapa)
Toutonu (di mana)