Gorontalo Hari Ini
Kosakata Bahasa Gorontalo Mulai Tersisih, Ini Pengakuan Anak Muda dan Orang Tua
Sejumlah anak muda mengakui jarang menggunakan kosakata bahasa Gorontalo di tempat umum.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SATU-ARAH-Bundaran-Patung-Saronde-Kota-Gorontalo-Jumat-2542025.jpg)
Ringkasan Berita:
- Sejumlah generasi muda Gorontalo mengaku jarang menggunakan bahasa daerah di tempat umum
- Beberapa istilah dalam bahasa Gorontalo bahkan sudah mulai tidak terdengar
- Menurut warga, konten kreator asal Gorontalo paling banyak memakai istilah bahasa gaul ketimbang bahasa daerah
TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah anak muda mengakui jarang menggunakan kosakata bahasa Gorontalo di tempat umum.
Di tengah arus digitalisasi serta dominasi bahasa Indonesia dan bahasa gaul, sejumlah kosakata Gorontalo yang dahulu akrab dalam percakapan sehari-hari kini nyaris tak lagi digunakan.
Sejumlah anak muda mengaku malu berbahasa daerah Gorontalo di tempat umum.
“Sekarang kalau kami anak muda bicara, kebanyakan pakai bahasa Indonesia atau campur-campur,” ungkap Anti Hulathali, warga Bone Bolango, saat ditemui yang ditemui TribunGorontalo.com di kawasan Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Sabtu (20/12/2025).
Anti menambahkan, dirinya hanya menggunakan bahasa Gorontalo ketika berbincang dengan orang tua, namun tidak lagi saat berinteraksi dengan sesama anak muda.
“Ada sedikit gengsi, apalagi teman saya kadang mengejek. Tidak tahu apakah ini pengaruh zaman,” ujarnya.
Ia bahkan mengaku sering menegur adiknya yang lancar berbahasa Gorontalo ketika berbicara di tempat umum.
“Adik saya itu lancar bahasa Gorontalo. Kadang di mall dia sering berbahasa Gorontalo, dan karena banyak orang melihat, saya langsung menegurnya,” beber Anti.
Sementara itu, Rasya Ramadan, menyebut banyak kosakata Gorontalo yang ia pahami artinya, tetapi sulit diucapkan.
“Kadang artinya saya tahu, tapi kalau mengucapkan cukup sulit,” tegasnya.
Rasya menambahkan, orang tuanya tidak pernah melarang penggunaan bahasa Indonesia atau bahasa gaul di rumah. Hal ini membuatnya semakin jarang menggunakan bahasa daerah.
“Tidak ada larangan dari keluarga, jadi sekarang saya sudah tidak fasih lagi,” katanya.
Beberapa kata dalam bahasa Gorontalo kini semakin jarang terdengar, di antaranya:
Oduolo: terima kasih