Rabu, 4 Maret 2026

Gorontalo Hari Ini

Kosakata Bahasa Gorontalo Mulai Tersisih, Ini Pengakuan Anak Muda dan Orang Tua

Sejumlah anak muda mengakui jarang menggunakan kosakata bahasa Gorontalo di tempat umum.

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kosakata Bahasa Gorontalo Mulai Tersisih, Ini Pengakuan Anak Muda dan Orang Tua
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
BAHASA GORONTALO -- Foto Bundaran Patung Saronde Kota Gorontalo. Sejumlah anak muda mengakui jarang menggunakan bahasa Gorontalo dalam percakapan sehari-hari 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah generasi muda Gorontalo mengaku jarang menggunakan bahasa daerah di tempat umum
  • Beberapa istilah dalam bahasa Gorontalo bahkan sudah mulai tidak terdengar
  • Menurut warga, konten kreator asal Gorontalo paling banyak memakai istilah bahasa gaul ketimbang bahasa daerah

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah anak muda mengakui jarang menggunakan kosakata bahasa Gorontalo di tempat umum.

Di tengah arus digitalisasi serta dominasi bahasa Indonesia dan bahasa gaul, sejumlah kosakata Gorontalo yang dahulu akrab dalam percakapan sehari-hari kini nyaris tak lagi digunakan.

Sejumlah anak muda mengaku malu berbahasa daerah Gorontalo di tempat umum.

“Sekarang kalau kami anak muda bicara, kebanyakan pakai bahasa Indonesia atau campur-campur,” ungkap Anti Hulathali, warga Bone Bolango, saat ditemui  yang ditemui TribunGorontalo.com di kawasan Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Sabtu (20/12/2025).

Anti menambahkan, dirinya hanya menggunakan bahasa Gorontalo ketika berbincang dengan orang tua, namun tidak lagi saat berinteraksi dengan sesama anak muda.

“Ada sedikit gengsi, apalagi teman saya kadang mengejek. Tidak tahu apakah ini pengaruh zaman,” ujarnya.

Ia bahkan mengaku sering menegur adiknya yang lancar berbahasa Gorontalo ketika berbicara di tempat umum.

“Adik saya itu lancar bahasa Gorontalo. Kadang di mall dia sering berbahasa Gorontalo, dan karena banyak orang melihat, saya langsung menegurnya,” beber Anti.

Sementara itu, Rasya Ramadan, menyebut banyak kosakata Gorontalo yang ia pahami artinya, tetapi sulit diucapkan.

“Kadang artinya saya tahu, tapi kalau mengucapkan cukup sulit,” tegasnya.

Rasya menambahkan, orang tuanya tidak pernah melarang penggunaan bahasa Indonesia atau bahasa gaul di rumah. Hal ini membuatnya semakin jarang menggunakan bahasa daerah.

“Tidak ada larangan dari keluarga, jadi sekarang saya sudah tidak fasih lagi,” katanya.

Beberapa kata dalam bahasa Gorontalo kini semakin jarang terdengar, di antaranya:

Oduolo: terima kasih

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 04 Maret 2026 (14 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:14
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved