Gorontalo Hari Ini
Kosakata Bahasa Gorontalo Mulai Tersisih, Ini Pengakuan Anak Muda dan Orang Tua
Sejumlah anak muda mengakui jarang menggunakan kosakata bahasa Gorontalo di tempat umum.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SATU-ARAH-Bundaran-Patung-Saronde-Kota-Gorontalo-Jumat-2542025.jpg)
Mona’o toutonu (pergi ke mana)
Diya mota (pergi ke sana, basa-basi bertemu di jalan)
Jamongola (tidak apa-apa)
Lona’o de’u tonu (ada pergi ke mana)
Diya’a tiyo (tidak ada dia)
Tempat
Patali (pasar)
Bele (rumah)
Tihi (masjid)
Pangimba (kebun/sawah)
Sikolah (sekolah)
Selain istilah-istilah di atas, masih banyak lagi kosakata yang sangat jarang digunakan anak muda dalam percakapan sehari-hari. Namun, hal ini perlu penelitian lebih dalam untuk mengetahui sejauh mana bahasa Gorontalo tersisih di era sekarang.
(TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)