Aleg DPRD Gorontalo Dianiaya
Alasan Mikson Yapanto Cabut Laporan Kasus Penganiayaan di Polda Gorontalo
Keputusan Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, mencabut laporan penganiayaan di Polda Gorontalo akhirnya terungkap.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Mikson-Yapanto.jpg)
Ia menjelaskan insiden yang terjadi belum masuk pada tingkat kriminal.
Rachmat menekankan bahwa tambang di Gorontalo harus dikelola dengan baik agar memberikan nilai tambah.
“Kalau ada masalah itu hal yang biasa, dan itu harus kita selesaikan,” jelasnya.
Awal Kasus
Mikson Yapanto, anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi Nasdem, menjelaskan insiden yang dialaminya di Kantor DPD Nasdem Provinsi Gorontalo, Jumat (28/11/2025).
Ia mengaku mendapat perlakuan kekerasan dari sekelompok orang terkait masalah tambang di Kabupaten Bone Bolango.
Hal itu terjadi saat mereka datang meminta penjelasan terkait aktivitas sidak tambang.
Menurut Mikson, janjian melalui chat untuk bertemu berlangsung seperti biasa.
Namun setelah bertemu, situasi berubah menegangkan.
Ia mengaku terkejut dengan perlakuan mereka.
“Saya kaget juga, sempat syok saya, kok jadi begini?” ungkapnya.
Mikson menyebut bahwa ada kontak fisik yang ia alami hingga mengenai bagian leher.
Namun, menurutnya, video yang beredar di publik tidak menunjukkan kejadian secara utuh.
Klarifikasi Penambang
Sejumlah penambang di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, membantah tudingan bahwa mereka melakukan penganiayaan terhadap Mikson.